World Wide Web
1.1 Pendahuluan
WWW (World Wide Web) merupakan kumpulan
informasi pada beberapa server komputer yang terhubung satu sama lain dalam
jaringan Internet. Informasi dalam Web mempunyai link yang menghubungkan
informasi yang satu dengan informasi yang lain dalam jaringan Internet. Link
ini berupa tanda khusus yang biasanya dinyatakan dengan teks berwarna biru dan
bertanda garis bawah/dalam bentuk icon maupun gambar yang dikelilingi kotak.
Untuk mengetahui apakah suatu teks/obyek merupakan suatu link, lihatlah
perubahan pada petunjuk mouse. Jika petunjuk mouse berubah dari bentuk tanda
panah menjadi gambar tangan yang sedang menunjuk, berarti teks/obyek tersebut
merupakan suatu link yang menghubungkan Anda ke informasi lain dalam WWW. Sistem yang dapat mengubungkan informasi
melalui link disebut Hypertext. Dengan semakin berkembangnya WWW, istilah
Hypertext kemudian berubah menjadi Hypermedia, di mana link penghubung antar informasi bukan lagi berupa suatu teks,
tetapi bisa berupa suatu file multimedia, seperti gambar, suara/video.
Bekerja dengan Web mencakup bekerja dengan
software Web Browser dan software Web Server. Keduanya bekerja seperti sistem
client server dengan tugas sebagai berikut:Web
browser sebagai client untuk
menginterpretasikan dan melihat informasi Web.
a.
Web server sebagai server untuk menerima informasi yang
diminta oleh browser. Untuk mengakses Web, Anda
memerlukan suatu program yang disebut Web Browser.
1.2 Browser
Browser adalah suatu program yang
dirancang untuk mengambil informasi dari suatu server komputer pada jaringan
Internet. Informasi ini dikemas dalam page yang masing-masing memiliki beberapa
link yang menghubungkan Web page ke sumber informasi lain. Jika suatu link
diklik, browser akan melihat alamat dari tujuan link tersebut, kemudian mencari
di Web server. Jika menemukan
alamat dari tujuan link, browser akan menampilkan informasi yang ada. Jika tak
menemukan alamat dari tujuan link, browser akan memberikan suatu pesan yang
menyatakan bahwa alamat dari tujuan link tidak dapat ditemukan.
Ketika belum banyak komputer yang
menggunakan program Windows, browser dibuat dengan berbasiskan teks, sedangkan
untuk menyatakan link dapat dibuat barisan nomor yang mirip dengan suatu menu.
Software ini dibuat untuk komputer yang menggunakan Unix. Setelah itu muncul
browser Mosaic dari NCSA (National Center Supercomputing Applications) yang
berbasiskan grafik dan mudah digunakan. Browser ini dipakai untuk komputer
UNIX, NeXT, Windows dan Macintosh.
Sekitar tahun 1994, muncullah Netscape
versi pertama menggantikan kepopuleran Mosaic sebagai Web browser. Sampai saat
ini Netscape masih merupakan browser yang paling banyak digunakan untuk
melakukan navigasi di Web. Kemudian salah satu perguruan tinggi terkenal di AS,
yaitu MIT, membangun standar bagi teknologi Web yang disebut World Wide Web
Consortium (W3C). Teknologi terakhir yang dikembangkan oleh Microsoft adalah
Internet Explorer 3.0 yang mendukung HTML 3.2.
1.3 HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
HTTP merupakan protokol yang menentukan
Web browser dalam meminta/mengambil suatu dokumen, dan menentukan Web server
dalam menyediakan dokumen yang diminta oleh Web browser. Ini adalah protokol
standar yang dipakai untuk mengakses dokumen HTML. HTTP digunakan untuk
menjelajahi Web yang berhubungan dengan banyak protokol lain.
1.4 URL
URL (Uniform
Resource Locator) adalah suatu alamat yang dipakai untuk menentukan lokasi
informasi pada Web server, karena alamat ini mengambil informasi yang diminta
oleh browser. Format umum dari suatu URL adalah: protokol_transfer://nama_host/path/nama_file
Yaitu berisi :protokol yang digunakan, nama server
dari komputer yang dicari, jalur dari informasi yang dicari, nama file dari
informasi yang dicari.
DNS (Domain Name System) Untuk mempermudah
pengelolaan Web server dan Web browser pada komputer di Internet, komputer di
Internet menggunakan suatu format penamaan yang disebut Domain Name System
(DNS). DNS membagi domain menjadi beberapa tingkat yang merupakan kelompok
komputer yang terhubung ke Internet. Nama domain beserta jenis organisasinya,
antara lain:
·
com ---> untuk komersial
·
edu ---> untuk pendidikan
·
net ---> untuk provider
Internet
·
id ---> untuk negara Indonesia
·
gov ---> untuk Lembaga
Pemerintahan
·
int ---> untuk Organisasi
International
·
mil ---> untuk Organisasi
Militer
·
org ---> untuk Organisasi
Umum
Web browser inilah yang disebut-sebut sebagai gerbang internet
dengan kemampuan untuk menangani WWW (Web Wide World) dengan protokol HTTP
(HyperText Transfer Protokol) yang merupakan protokol internet yang favorit
saat ini selain FTP (File Transfer Protokol) dan POP2 sebuah protokol untuk
email.

Gambar 1.1. Contoh tampilan Internet Explorer

Gambar 1.2. Contoh tampilan Opera

Gambar 1.3. Contoh tampilan Netscape
1.5 Web Server
Web server adalah suatu perangkat komputer berupa
software yang digunakan untuk menjadi sebuah komputer menjadi server yang dapat
menangani semua kegiatan yang berhubungan dengan protokol HTTP. Komputer yang
dilengkapi oleh software ini akan dapat diakses oleh komputer lain menggunakan
web browser dengan cara menuliskan nama server (host name) atau dengan menuliskan nomor IP dari komputer tersebut.
Setiap pembuatan aplikasi berbasis web akan
membutuhkan web server untuk meletakkan aplikasi tersebut sehingga bisa diakses
menggunakan protokol HTTP. Beberapa web-server yang saat ini banyak digunakan
adalah:
·
Apache,
web server gratis yang sangat mudah diperoleh. Awalnya apache ini berbasis
UNIX, tetapi saat ini apache sudah tersedia untuk sistem operasi Windows.
·
IIS
(Internet Information System), web server keluar Microsoft yang banyak
digunakan sebagai web server untuk aplikasi web dengan sistem operasi windows,
dan bahasa pemrograman web ASP atau ASP.NET
Dalam modul ini akan digunakan web server Apache, salah satu web server
gratis yang mudah diperoleh dan mendukung pemrograman PHP. Untuk melihat apakah
web server Apache sudah ada atau belum di komputer yang akan digunakan adalah
dengan membuka web browser dan menuliskan localhost atau no IP dari komputer.
Bila di komputer ada sudah ada web server maka hasilnya adalah seperti gambar
1.4. berikut:

Gambar 1.4. Di dalam komputer ada web server
Apache2 dari TRIAD
Bila tidak ada web server di komputer, maka hasilnya adalah sebagai
berikut:

Gambar 1.5. Komputer tidak mempunyai web server.
Bila di komputer sudah ada web server, maka selanjutnya tinggal membuat
aplikasi web. Dalam pembuat aplikasi web pertama kali, letakkan program
aplikasi yang dibuat di dalam folder: c:\apache2triad\htdocs, dan bila
menggunakan folder khusus letakkan folder tersebut dalam folder di atas.
Penguabhan folder web dapat dilakukan dengan mengubah [documentRoot] pada file
c:\apache2triad\conf\httpd.conf dengan cara sebagai berikut:


Gambar 1.6. Letak dokumen root
1.6 HTML (HyperText Markup Language)
HTML yang akan dibahas meliputi beberapa
tahap, yaitu level HTML, HTML Extension dan program Editor HTML. HTML adalah
format data yang dipakai untuk membuat dokumen HyperText. Dokumen HTML disebut
Mark Language, karena berisi tanda tanda tertentu yang digunakan untuk
menentukan tampilan suatu teks dan tingkat kepentingan dari teks tersebut dalam
suatu dokumen. Pada sistem HyperText pada dokumen HTML, Anda tidak harus
membaca dokumen secara urut dari atas ke bawah, melainkan cukup menuju pada
topik tertentu secara langsung dalam dokumen. Ini dikarenakan dokumen tersebut
menggunakan teks penghubung ke suatu topik/ dokumen lain secara langsung.
Sejak perkembangannya sampai sekarang ini
telah tersedia bermacam-macam level HTML, antara lain HTML 1.0; HTML 2.0; HTML
3.0; HTML 3.2; dan HTML Extension.
* HTML 1.0
HTML level 1.0 adalah level pertama untuk
HyperText Markup Language. Desainnya sederhana sekali, di antaranya heading,
paragraph, hypertext, list dan format teks untuk tebal/ miring. Kelemahan HTML
1.0 adalah tidak ada fasilitas gambar, sehingga teks tak dapat diletakkan di
sekeliling suatu image.
* HTML 2.0
HTML level 2.0 mencakup semua fasilitas level 1.0
ditambah dengan fasilitas untuk membuat form. Form ini dipakai dalam Web page
untuk meminta saran dari pembaca, dan kotak penyuntingan (edit box). Dengan
HTML 2.0, WWW dapat menjadi suatu media informasi dua-arah antara pemilik Web
dengan pemakai Web, bukan hanya sekedar sistem penampil informasi.
* HTML 3.0
HTML level 3.0 sangat kompatibel dengan HTML level 2.0, tetapi
disertai dengan beberapa fasilitas baru. Fasilitas baru tersebut antara lain
penambahan fasilitas pembuatan tabel dan gambar dengan perintah FIGURE.
Perintah FIGURE sendiri merupakan perkembangan dari perintah IMAGE .
* HTML 3.2
HTML 3.2 merupakan pengganti dari HTML 3.0 dengan beberapa tambahan,
seperti applet Java (teks yang dapat diletakkan di sekeliling gambar),
superscript, subscript, perataan pada tabel, background gambar dan warna,
fasilitas frame dan sytle sheet ( pemisah layout halaman dengan isinya).
* HTML Extension
Salah satu tambahan pada HTML ini adalah tag < BLINK> yang
membuat teks dalam tag tersebut tampil berkedip-kedip dalam Netscape Browser.
Pada HTML ini terdapat bermacam-macam daya kreatif untuk mengembangkan HTML
yang sangat diperlukan selama tidak mengganggu penampilan dokumen HTML pada
browser.
1.7 Program Editor HTML
Untuk membuat dokumen HTML, sebaiknya Anda menggunakan program
editor teks seperti Notepad, Sidekick, dan WS dalam format Non Document untuk
aplikasi DOS. Program WYSIWYG, seperti Microsoft Word dan Word Perfect for Win,
tidak dapat dipakai untuk membuat dokumen HTML, karena program ini dianggap
sebagai dokumen biasa dan tidak dapat diterjemahkan oleh Browser. Program
tambahan yang dipakai untuk menyunting HTML adalah Word Internet Assistant dan
WordPerfect Internet Publisher.
Selain program editor teks, Anda bisa menggunakan program editor
khusus untuk membuat HTML, antara lain program editor HTML berbasis teks dan
WYSIWYG yang tidak memerlukan browser lagi.
1.8
Bagaimana WWW Bekerja
(1)
Informasi web disimpan dalam
dokumen yang disebut dengan halaman-halaman web (web pages)
(2)
web page adalah file-file yang
disimpan dalam komputer yang
disebut dengan server-server web (web server)
(3)
Komputer-komputer
membaca web page disebut sebagai web client
(4)
Web
client menampilkan page dengan menggunakan program yang disebut dengan browser
web (web browser)
Bab 2
Pengenalan HTML
Pengenalan HTML
2.1 Dokumen HTML
HTML kependekan dari Hyper Text Markup
Language. Dokumen HTML adalah file teks murni yang dapat dibuat dengan teks
editor. Dokumen ini dikenal sebagai web page. Dokumen HTML merupakan dokumen
yang disajikan dalam web browser. Ada dua cara untuk membuat web page, denghan
HTML editor atau editor text biasa (misal : notepad). Untuk latihan buku ini
kita menggunakan Macromedia Dreamweaver.
2.2 Penamaan Dokumen
Dokumen HTML diberi nama sembarang
kemudian diberi tambahan ekstensi ”.htm” atau ”.html”
2.3 Definisi Elemen
Dokumen HTML disusun elemen-elemen atau komponen dasar pembentu HTML. Contoh
dari elemen dokumen HTML adalah : head , body, table, paragraf, list.
2.4 Definisi Tag
Tag digunakan untuk menandai elemen dalam
suatu dokumen HTML. Tag HTML terdiri atas sebuah sudut kiri (<, tanda lebih
kecil), nama sebuah tag, dan sebuah tanda kurung sudut kanan (>, tanda lebih
besar. Tag umumnya berpasangan, sebagai contoh <H1> Dengan </H1>.
Secara umum suatu elemen dalam dokumen HTML yang dinyatakan dengan tagnya,
dituliskan : <namatag> - </namatag>
2.5 Elemen HTML yang diperlukan
Elemen yang dibutuhkan untuk membuat suatu
dokumen HTML dinyatakan dengan tag <html>,<head>, dan
<body>.Setiap dokumen terdiri atas tag head dan body. Elemn Head berisi
informasi tentang dokumen tersebut, dan elemen body berisi teks yang akan
ditampilkan di browser.
Secara umum dokumen web dibagi menjadi dua
section, yaitu section head dan section body. Sehingga setiap dokumen HTML
harus mempunyai pola sebagai berikut :
<html>
<head>
-- Informasi tentang dokumen HTML
</head>
<body>
-- Informasi yang akan ditampilkan dalam web
browser
</body>
</html>
Setiap dokumen html harus diwali dengan
menuliskan tag <html> dan tag </html> di akhir dokumen. Tag ini
menandai dokumen HTML yang berarti adalah dokumen HTML dalam satu dokumen hanya
ada satu elemen html.
Section atau elemen head ditandai dengan
tag <head> diawal dan tag </head> diakhir. Section ini beiris
informasi tentang dokumen HTML, mislnya informasi judul html yang ditandai
dengan tag <title> dan diakhiri dengan
tag </title>. Section body ditandai dengan tag <body> dan diakhiri
dengan tag </body> diakhir. Section body merupakan isi dokumen yang akan
ditampilakn pada browser.
Contoh
– Listing 2.1 : contoh1.html
<html>
<head>
<title>Belajar Web
Design</title>
</head>
ini adalah halaman HTML
<body>
</body>
</html>

Gambar 2.1. Contoh hasil di browser
Penjelasan Contoh
Tag pertama pada dokumen html anda adalah <html>,. Tag ini
memberi tahu bahwa ini adalah awal dari dokumen HTML. Tag terakhir pada dokumen
anda adalah </html>. Tag ini memberi tahu browser bahwa ini adalah akhir
dari dokuemn HTML. Teks antara <head> dan </head> adalah informasi
header. Informasi header tidak ditampilkan pada window browser. Hanya teks yang
berada diantara <body> dan </body> yang akan ditampilakan pada
browser. Teks diantara <title> dan </title> adalah judul dokumen
yang akan ditampilakn pada window caption.
2.6 Penggunaan Tag
·
Tag
HTML diapit dengan dua karakter kurung bersudut, < dan >.
·
Tag HTML secara normal selalu
berpasangan seperti <H!> dengan </H1>
·
Tag HTML tidak ‘case
sensitive’, berarti <H1> dama dengan <h1>
2.7 Atribut Tag
Tag dapat mempunyai atribut. Atribut
menyatakan sesuatu tentang tag tersebut. Atribut digunakan untuk mengubah
default pemformatan dokumen dengan tag yang bersangkutan.
Tag berikut tidak mempunyai atribut :
<body>. Tag <body> ini tidak menggunakan atribut, sehingga dokumen
HTML ditampilkan dengan warna background sesuai dengan definisi warna
background pada browser webnya. Umumnya berwarna putih.
Tag berikut mempunyai atribut : <body
bgcolor=”red”>. Tag <body> ini mempunyai atribut bgcolor dengan nilai
“red’. Sehingga background akan menampilkan warna merah.
2.7.1 Tag HTML
Merupakan tag dasar yang mendefinisikan
bahwa dokumen ini adalah dokumen HTML. Tag ini merupakan keharusan untuk
membuat dokumen HTML.Tag <html> sebagai pembuka dokumen HTML dan tag
</html> sebagai penutup dokumen HTML.
Contoh – Listing 2.2:
<html>
........................
</html>
2.7.1 Tag Head
Merupakan tag setelah <html> untuk
menuliskan keterangan tentang dokumen HTML. Isi teks diantara <head> dengan
</head> tidak akan ditampilkan di dalam browser.
Contoh – Listing 2.3:
<head>
<title>Belajar Web
Design</title>
</head>
2.7.2 Title
Merupakan tag yang digunakan untuk
menuliskan judul dokumen HTML. Hasil tag ini akan
ditampilkan dalam window caption browser.
Contoh – Listing 2.4:
<title>Belajar Web
Design HTML</title>
2.7.3 Body
Merupakan section dalam dokumen HTML yang akan ditampilkan dalam
browser.
Contoh
– Listing 2.5:
<html>
<head>
<title>Belajar Web
Design</title>
</head>
<body>
ini adalah section HTML yang ditampilkan di browser
</body>
</html>
2.7.4 Paragraf
Setiap paragraf harus dimulai dengan memberi tag <p>. Diakhir
paragraf tidak diharuskan menuliskan </p> sebagai akhir paragraf, karena
tag <p> tidak didefinisikan mempunyai tag akhir. Setiap paragraf harus
dimulai dengan <p> kembali. Setiap pergantian paragraf ditandai dengan
tag <p>
Contoh
– Listing 2.6:
<html>
<head>
<title>Tag
Paragraf</title>
</head>
<body>
<p>berikut ini adalah
paragraf 1</p>
<p>berikut
ini adalah paragraf 2</p>
<p>berikut
ini adalah paragraf 3</p>
</body>
</html>
Contoh -
Listing 3.7 :
paragraf2.html
<html>
<head>
<title>Paragraf</title>
</head>
<body>
<p>Pada tahun 1950-an
Kolonel Sanders (pendiri KFC) mulai mengendarai mobilnya dari kota ke kota
untuk memulai bisnis KFC-nya, dengan cara menawarkan resep rahasianya dari satu
restoran ke restoran yang lainnya. Kadang beliau tidur di dalam mobilnya dan
memakan ayam buatannya sendiri untuk bisa bertahan. Dia baru dapat mencapai
tujuannya setelah bertemu dengan orang yang ke-1010. Orang tersebut berpikir
ayam Kolonel tersebut cukup bagus untuk di jual ke publik
</p>
<p>Contoh lainnya
Thomas Alfa Edison yang mengalami kegagalan sebanyak 9000 kali sebelum akhirnya
ia menemukan bola lampu. Dia tidak menyesal dengan kegagalan-kegagalannya,
bahkan ia berkata beruntung menemukan 8999 cara yang salah dalam membuat bola
lampu. Kemudian ia dapat membuat 1093 paten, orang yang paling banyak memegang
paten dalam sejarah Amerika</p>
</body>
</html>

Gambar 2.2. Contoh hasil paragraf2.html
2.7.5 Line Break
Kita dapat memaksa ganti baris pada
dokumen web dengan tag <br>. Ganti baris disini dimaksudkan hanya
menyajikan informasi pada baris sendiri tetapi tidak berganti paragraf.
Contoh – Listing 2.7:
<html>
<head>
<title>Ganti
Baris</title>
<head>
<body>
ini adalah baris ke
1<br>
ini
adalah baris ke 2<br>
ini
adalah baris ke 3<br>
ini
adalah baris ke 4<br>
ini
adalah baris ke 5<br>
</body>
</html>
2.7.6 Heading
Tag heading aklan membuat tulisan
ditampilkan dengan huruf yang lebih besar atau ditebalkan. Heading dimanfaatkan
untuk menandai judul topic atau untuk menunjukkan tingkat keberartian dati teks
yang akan dituliskan. Ada 6 tingkat heading dalam HTML, dinomori
dari satu sampai dengan 6. Nomor 1 merupakan heading yang terbesar.
Contoh – Listing 2.8:
<html>
<head><title>Heading</title></head>
<body>
<h1>Heading
1</h1>
<h2>Heading
2</h2>
<h3>Heading
3</h3>
<h4>Heading
4</h4>
<h5>Heading
5</h5>
<h6>Heading
6</h6>
</body>
</html>
Gambar
2.3. Contoh heading
2.7.7 Garis Pembatas
Sebuah garis pembatas dapat
disisipkan dalam dokumen web dengan menggunakan tag <hr>
|
Atribut
|
Keterangan
|
|
Align
|
Menentukan
letak garis : center,left,right
|
|
Color
|
Menentukan
warna garis
|
|
Size
|
Menentukan
ukuran garis
|
|
Width
|
Menentukan
tebal garis
|
Contoh – Listing 2.9:
<html>
<head>
<title>Horizontal
Rule</title>
</head>
<body>
<p
align=”center”>Paragraf pertama</p>
<hr align=”center”
color=”#0000FF” size=”3” width=”90%”>
<p
align=”center”>Paragraf keduapertama</p>
</body>
</html>

Gambar 2.4. Garis Pembatas
2.7.8 Komentar
Dalam sebuah dokumen HTML ada informasi yang berfungsi sebagai
catatan atau komentar terhadap dokumen isi komentar ini tidak akan ditampilkan
dalam browser. Untuk membuat komentar dengan menggunakan tag:
<!-- sebagai awal dan tag
--> sebagai akhir komentar.
Contoh – Listing 2.9:
<html>
<head>
<title>Horizontal
Rule</title>
</head>
<body>
<!--
komentar ni tidak akan ditampilkan di browser -->
<p>Tulisan
ini akan ditampilkan di browser</p>
</body>
</html>
2.8 Toolbar Dreamweaver untuk
dasar HTML
Macromedia Dreamweaver sebagai salah satu
aplikasi untuk membuat dan mengembangkan web menyediakan toolbar untuk semua
tag dasar HTML. Perhatikan gambar 2.5 dan gambar 2.6 yang menunjukkan toolbar
untuk dasar HTML.

Gambar 2.5. Toolbar tab Text
Keterangan - tab Text :
·
h1 : heading 1
·
h2 : heading 2
·
h3 : heading 3
·
br : Line Break
·
p (dibalik) : Paragraf

Gambar 2.5. Toolbar tab Comment
Keterangan – tab common :
terdapat toolbar untuk tag komentar
Bab 3
Pemformatan Teks HTML
Teks dalam dokumen web dapat diformat secara khusus untuk
menunjukkan perbedaan dan penekanan terhadap isi dan maksud dari teks tersebut.
Perbedaan ditampilkan dalam bentuk huruf tebal, miring, digarisbawahi,dll.
3.1 Pemformatan Teks
- Menebalkan huruf (bold)
- Memiringkan huruf (italic)
- Digarisbawahi
- Mengecilkan huruf
- Superscript
- Subscript
Contoh
– Listing 3.1: formatteks.html
<html>
<head>
<title>Format
Teks</title>
</head>
<body>
<p><b>Tulisan
ini ditebalkan (bold)</b></p>
<p><strong>Tulisan
ini ditebalkan (strong)</strong> </p>
<p><em>Tulisan
ini miring (emphasize) </em></p>
<p><big>Tulisan
ini besar (big)</big></p>
<p><i>Tulisan
ini miring (italic) </i></p>
<p>Tulisan ini
<sub>subscript</sub> </p>
<p>Tulisan ini
<sup>superscript</sup></p>
</body>
</html>

Gambar
3.1. Contoh formatteks.html
3.2 Teks Preformat
Tag <pre> dan </pre>dapat kita
gunakan untuk menampilkan sesuai dengan dokumen web tersebut dalam editor teks.
Contoh – Listing 3.2 :
pre.html
<html>
<head>
<title>Tag
Preformatted</title>
</head>
<body>
<pre>
This section provides a
brief overview of the menus in Dreamweaver.
The File menu and Edit menu contain the standard menu items for
File and Edit.
menus, such as New, Open,
Save, Save All, Cut, Copy, Paste, Undo,
and
Redo
</pre>
<pre>
Ini
adalah
preformatted
text.
Menampilkan spasi
Dan
line break apa adanya.
</pre>
<p>Tag
PRE cocok digunakan untuk menampilkan kode bahasa pemrograman komputer
:</p>
<pre>
for
i = 1 to 10
print i
next i
</pre>
</body>
</html>

Gambar 3.2. Contoh pre
3.3 Quotation
Tag <blockquote> digunakan untuk membuat sebagian teks yang
dikutip sebagai suatu blok sendiri. Kebanyakan browser umumnya menggunakan
margin untuk kutipan teks tadi untuk memisahkan dari teks yang mengelilinginya.
Contoh
– Listing 3.3 : quotation.html
<html>
<head>
<title>quotation</title>
</head>
<body>
tulisan ini BUKAN quotation
<blockquote>
tulisan ini adalah quotation
<br>
tulisan
ini adalah quotation <br>
tulisan
ini adalah quotation <br>
</blockquote>
</body>
</html>

Gambar 3.3. Contoh qoutation
3.4 Tag-tag Pemformatan
|
Tag Awal
|
Keterangan
|
|
<b>
|
Mendefinisikan teks yang ditebalkan
|
|
<big>
|
Mendefinisikan
teks yang besar ukurannya
|
|
<em>
|
Mendefinisikan teks yang ditekankan
|
|
<i>
|
Mendefinisikan teks yang dimiringkan –
italic
|
|
<small>
|
Mendefinisikan teks yang dikecilkan
ukurannya
|
|
<strong>
|
Mendefinisikan teks yang ditebalkan
|
|
<sub>
|
Mendefinisikan teks yang dijaikan
subscript
|
|
<sup>
|
Mendefinisikan teks yang superscript
|
|
<pre>
|
Mendefinisikan teks preformatted
|
|
<blockquote>
|
Mendefinisikan quotation yang panjang.
|
3.5 Toolbar Dreamweaver untuk
pemformatan teks

Gambar 3.4. Toolbar format teks
Keterangan :
·
B : Bold
·
I :
Italic
·
S : Strong
·
Em :
Emphasize
·
[“”] : Blockquote
·
PRE : Pre
Bab 4
Membuat Link
Dokumen HTML mempunyai kemampuan untuk
memberikan link dari satu teks dan / atau gambar menuju ke dokumen atau bagian
lain dalam suatu dokumen. Browser web akan menyorot teks atau ganbar yang
diidentifikasikan sebagai link dengan warna dan / atau garis bawah untuk
menunjukkan bahwa itu adalah hyperteks link.
4.1 Tag Anchor
HTML menggunakan tag <a> yang disebut sebagai tag anchor untuk membuat
suatu link kepada dokumen lain.
Contoh
– Listing 4.1 :
<a href="http://www.eepis-its.edu">Link
ke www.eepis-its.edu</a>
merupakan link ke alamat website www.eepis-its.edu
4.2. Link Relatif
Membuat link dari satu page ke page
lainnya pada computer yang sama dapat dilakukan dengan menuliskan langsung nama
filenya.
Contoh
– Listing 4.2: linkrelatif.html
<html>
<head>
<title>Link
Relatif</title>
</head>
<body>
<a
href="biodata.html">Biodata</a></body>
</html>
Jika tulisan biodata.html kita pilih –
klik, akan muncul dokumen biodata.html
4.3 Link Absolut
Membuat link ke page web lain yang berada pada web site lain di
internet dilakukan dengan menuliskan nama URL dan nama filenya.
Contoh
– Listing 4.3: linkabsolut.html
<html>
<head>
<title>link</title>
</head>
<body>
<a href="http://www.eepis-its.edu"
>Link ke www.eepis-its.edu</a>
</body>
</html>
4.4 Link ke bagian lain dalam
dokumen yang sama
Link jenis ini dipakai jika dokumennya
terlalu panjang, sehingga apabila ditampiklkan di browser akan mengharuskan
kita melakukan scroll layer berulang-ulang. Untuk memudahkannya, maka dibuat
link antar bagian di dalam dokumen HTML.
Contoh
– Listing 4.4: linkbagian.html
<html>
<head>
<title>Link dalam satu
dokumen</title>
</head>
<body>
<p>Isi Bab :</p>
<p><a
href="#isibab1">1. Bab 1</a><br>
<a href="#isibab2">2. Bab
2</a><br>
<a href="#isibab3">3. Bab
3</a></p>
<p> </p>
<h2><a
name="isibab1">Bab1</a></h2>
<p>isi
penjelasan bab 1,isi penjelasan bab 1,isi penjelasan bab 1,isi penjelasan bab
1,isi penjelasan bab 1,isi penjelasan bab 1,isi penjelasan bab 1,isi penjelasan
bab 1,isi penjelasan bab 1,isi penjelasan bab 1,isi penjelasan bab 1,isi
penjelasan bab </p>
<h2><a
name="isibab2">Bab 2</a> </h2>
<p>isi
penjelasan bab 2, isi penjelasan bab 2,isi penjelasan bab 2,isi penjelasan bab
2,isi penjelasan bab 2,isi penjelasan bab 2, isi penjelasan bab 2,isi
penjelasan bab 2,isi penjelasan bab 2,isi penjelasan bab 2,isi penjelasan bab
2,isi penjelasan bab 2</p>
<h2><a
name="isibab3">Bab 3 </a></h2>
<p>isi
penjelasan bab 3, isi penjelasan bab 3, isi penjelasan bab 3, isi penjelasan
bab 3,isi penjelasan bab 3,isi penjelasan bab 3,isi penjelasan bab 3,isi
penjelasan bab 3,isi penjelasan bab 3,isi penjelasan bab 3,isi penjelasan bab
3,isi penjelasan bab 3.</p>
</body>
</html>
Keterangan :
<a name="isibab1">Bab1</a> :
Memberi nama bagian dalam dokumen HTML.
<a href="#isibab1">1. Bab 1</a>
:
mendefinisikan link isibab1, jika teks “1. Bab 1” diklik, maka halaman web akan
menampilkan bagian “isibab1”.

Gambar 4.1. Contoh hasil link
4.5 Membuat Link untuk window baru
Untuk membuat link supaya membuka window baru dapat ditambahkan
atribut : target=”_blank”.
Contoh
– Listing 4.5 : linknewwindow.html
<html>
<head>
<title>link new
window</title>
</head>
<body>
membuka alamat website eepis
dengan membuka window baru : <a href="http://www.eepis-its.edu"
target="_blank">www.eepis-its.edu</a>
</body>
</html>

Gambar 4.2. Contoh hasil link dengan window baru
4.6 Mailto
Berikut ini
adalah contoh link untuk menghubungkan ke sebuah alamat email.
Contoh
– Listing 5.6 : mailto.html
<html>
<head>
<title>Mailto</title>
</head>
<body>
kirim email ke humas PENS :
<a href="mailto:info@eepis-its.edu">info@eepis-its.edu
</a>
</body>
</html>
Jika teks info@eepis-its.edu diklik maka akan muncul
mail client yang sudah dipasang untuk mengirim email ke info@eepis-its.edu
4.7 Properties Dreamweaver untuk membuat link HTML

Gambar
4.3. Toolbar link pada Dreamweaver
Keterangan :
contoh : untuk membuat link ke website lain, pada field link diisikan http://www.eepis-its.edu
contoh : untuk membuat link ke website lain, pada field link diisikan http://www.eepis-its.edu

Gambar
4.4. Toolbar mailto
Keterangan :
Contoh : untuk membuat link ke email, pada field link diisikan mailto:info@eepis-its.edu
Contoh : untuk membuat link ke email, pada field link diisikan mailto:info@eepis-its.edu
Bab 5
List Dan Pilihan
List item di gunakan untuk mengelompokkan data baik berurutan
(ordered list) maupun yang tidak berurutan (unordered list).
Contoh: Kita mau
mengelompokkan data-data berikut : Pisang, Jambu, Apel, Anggur dapat kita
kelompokkan ke dalam kelompok: Buah-buahan.
5.1 Ordered List
Untuk membuat list terurut nomor
(ordered list), kita gunakan tag pembuka <ol> dan penutup
</ol>, sedangkan untuk mendata setiap itemnya menggunakan tag <li>
sebagai pembuka dan </li> sebagai penutup.ol kependekan dari Ordered List,
li kependekan dari List Item.
Contoh
– Listing 5.1: orderedlist1.html
<html>
<head>
<title>Ordered
List</title>
</head>
<body>
<p>Daftar
Hari : </p>
<ol>
<li>Senin</li>
<li>Selasa</li>
<li>Rabu</li>
<li>Kamis</li>
<li>Jum'at</li>
<li>Sabtu</li>
<li>Minggu</li>
</ol>
<p>Daftar
Kuliah : </p>
<ol>
<li>Web Design</li>
<li>Pemrograman web</li>
<li>Database </li>
</ol>
</body>
</html>
Nomor item ordered list secara default menggunakan angka 1,2,3,….dst.
Untuk keperluan tampilan tertentu kita dapat mengubah dengan mengubah
atribut type pada tag <ol>.

Gambar
5.1. Contoh hasil list
Atribut
type pada tag <ol> :
|
Type
|
Arti
|
|
I
|
Angka
ditampilkan dengan angka romawi huruf besar
|
|
i
|
Angka
ditampilkan dengan angka romawi huruf kecil
|
|
A
|
Angka ditampilkan
dengan abjad huruf besar
|
|
a
|
Angka
ditampilkan dengan abjad huruf kecil
|
Contoh - Listing 5.2 :
orderedlist2.html
<html>
<head>
<title>Ordered
List</title>
</head>
<body>
<p>Daftar
Hari : </p>
<ol
type="A">
<li>Senin</li>
<li>Selasa</li>
<li>Rabu</li>
<li>Kamis</li>
<li>Jum'at</li>
<li>Sabtu</li>
<li>Minggu</li>
</ol>
<p>Daftar
Kuliah : </p>
<ol
type="i">
<li>Web Design</li>
<li>Pemrograman web</li>
<li>Database </li>
</ol>
</body>
</html>

Gambar
5.2. Contoh hasil list
5.2 Unordered List
Untuk membuat list tidak terurut nomor (Unordered List), kita gunakan tag pembuka
<ul> dan penutup </ul>, sedangkan untuk mendata setiap itemnya
menggunakan tag <li> sebagai pembuka dan </li> sebagai penutup.ul
kependekan dari Unordered List, li kependekan dari List Item
Contoh
– Listing 5.3 : unorderedlist1.html
<html>
<head>
<title>Unordered
List</title>
</head>
<body>
<p>Daftar
Hari : </p>
<ul>
<li>Senin</li>
<li>Selasa</li>
<li>Rabu</li>
<li>Kamis</li>
<li>Jum'at</li>
<li>Sabtu</li>
<li>Minggu</li>
</ul>
</body>
</html>

Gambar 5.3. Contoh hasil unordered list
Item unordered
list secara default mengunakan noktah.Untuk keperluan tampilan tertentu kita
dapat mengubah dengan mengubah atribut type pada tag <ul>.
Atribut
type pada tag <ul> :
|
Type
|
Arti
|
|
Circle
|
Bullet Lingkaran
|
|
Disc
|
Bullet Titik
|
|
Square
|
Bullet Kotak
|
Contoh – Listing 5.4: unorderedlist2.html
<html>
<head>
<title>Unordered
List</title>
</head>
<body>
<p>Daftar Hari :
</p>
<ul
type="circle">
<li>Senin</li>
<li>Selasa</li>
<li>Rabu</li>
<li>Kamis</li>
<li>Jum'at</li>
<li>Sabtu</li>
<li>Minggu</li>
</ul>
</body>
</html>
Keterangan :
unordered list dengan type = circle.

Gambar 5.4. Contoh hasil pengaturan bullet
5.3 Nested List
List item dapat
digunakan secara bersarang, maksudnya di dalam list ada list item lagi.
Contoh – Listing 5.5 : nestedlist.html
<html>
<head>
<title>Nested
List</title>
</head>
<body>
<ol>
<li>Buah</li>
<ul
type="circle">
<li>Semangka</li>
<li>Jambu</li>
</ul>
<li>Bunga</li>
<ul type="disc">
<li>Melati</li>
<li>Anggrek</li>
</ul>
<li>Kendaraan</li>
<ul type="square">
<li>Mobil</li>
<li>Sepeda Motor </li>
</ul>
</ol>
</body>
</html>

Gambar 5.5. Contoh hasil nested list
5.4 Definition List
Definition List terdiri diapit oleh tag <DL> … </DL> dan
<DT> tag menentukan definition term serta <DD> tag menentukan
definition itu sendiri
Contoh
- Listing 5.6 : definitionlist.html
<html>
<head>
<meta
http-equiv="Content-Type" content="text/html;
charset=iso-8859-1">
<title>Definition
List</title>
</head>
<body>
<h3>Contoh Definition
List</h3>
<dl>
<dt>Web Design</dt>
<dd>Belajar HTML - Macromedia
Dreamweaver</dd>
<dt>Pemrograman Web</dt>
<dd>Belajar PHP MySQL</dd>
</dl>
</body>
</html>

Gambar 5.6. Contoh hasil definition list
5.5 Tag-tag List HTML
|
Tag Awal
|
Keterangan
|
|
<ol>
|
Mendefinisikan Ordered List
|
|
<ul
|
Mendefinisikan Unored List
|
|
<li>
|
Mendefinisikan List Item
|
|
<dl>
|
Mendefinisikan Definition List
|
|
<dt>
|
Mendefinisikan Definition Term
|
|
<dd>
|
Mendefinisikan Definition Description
|
5.6 Toolbar Dreamweaver untuk
tag-tag list HTML

Gambar 5.6. Toolbar untuk tag list
Keterangan – tab Text
·
ul : Unordered List
·
ol : Ordered List
·
li : List Item
·
dl : Definition List
·
dt : Definition Term
·
dd : Definition Description
Bab 6
Manipulasi
Gambar Pada Web
Gambar di dalam suatu web page merupakan
daya penarik bagi pengunjung suatu web site. Umumnya web site dilengkapi dengan
gambar-gambar untuk membuat orang tertarik untuk melihat dan membaca isi yang
ada di suatu web site. etiap gambar akan butuh waktu tambahan untuk dodownload
dan memperlambat awal penampilan suatu dokumen dalam browser. Karena perlu
hati-hati untuk menyertakan gambar dalam dokumen web site.Untuk menyertakan
sebuah image dalam dokumen web adalah : <img src=”nama_image”>.
Kita harus menambahkan 2 atribut tambahan
untuk memberi tahu browser web ukuran image yang harus ditampilkan dalam
browser. Atribut tersebut adalah height dan
width.ukuran dalam pixel. Height untuk menyatakan tinggi gambar, width untuk
mendefinisikan ukuran lebar.
6.1 Cara memasukkan gambar dari
macromedia dreaweaver :
Untuk memasukkan gambar pada web yang akan dibuat menggunakan Dreamweaver
dapat dilakukan dengan:
1.
Buat halaman baru
2.
Masukkan image : klik insert
– image
3.
Pilih image yang akan
dimasukkan

Gambar
6.1. Cara memasukkan gambar
4.
Untuk pengaturan properties

Gambar 6.2. Pengaturan property
Keterangan Atribut:
W : lebar image
H : tinggi image
Src : sumber / letak image
Alt : alternate – tulisan yang akan muncul jika kursor berada diatasnya
Class : pilih Class jika menggunakan definisi CSS.
Map : jika image digunakan sebagai link
V Space : jarak image dari tulisan atasnya
H Space : jarak image dari tulisan disampingnya.
Border : tebal bingkai image
Align : letak posisi image – Right | Left | Center
W : lebar image
H : tinggi image
Src : sumber / letak image
Alt : alternate – tulisan yang akan muncul jika kursor berada diatasnya
Class : pilih Class jika menggunakan definisi CSS.
Map : jika image digunakan sebagai link
V Space : jarak image dari tulisan atasnya
H Space : jarak image dari tulisan disampingnya.
Border : tebal bingkai image
Align : letak posisi image – Right | Left | Center
Contoh
– Listing 6.1: image1.html
<html>
<head>
<title>Image
HTML</title>
</head>
<body>
<p>Gambar Komputer
dalam folder yang sama dengan letak file HTML-nya :</p>
<p><img
src="computer1.jpg" width="102"
height="102"></p>
<p>Gambar Komputer
dari folder yang berbeda dengan letak file HTML-nya : </p>
<p><img
src="file:///C|/udinharun/bukuwebdesigncc/jpg/computer2.jpg"
width="141" height="125"></p>
<p>Gambar
dari www.eepis-its.edu</p>
<p><img
src="http://www.eepis-its.edu/images/stories/stories/2005/bungalahir.jpg"
width="382" height="54"> </p>
</body>
</html>

Gambar 6.3. Contoh gambar pada web
6.2 Alignment Image
Contoh berikut ini mengatur image dengan align.Atribut align diisi
dengan : top, bottom. middle
Contoh – Listing 6.2 :
imagealign.html
<html>
<head>
<title>image
align</title></head>
<body>
<p>Sebuah
gambar<img src="jpg/bunga1.jpg" width="103"
height="77" align="top"> di tengah teks dengan atribut
align = top <br>
<p>Sebuah
gambar<img src="jpg/bunga1.jpg" width="103"
height="77" align="middle"> di tengah teks dengan
atribut align = top <br>
<p>Sebuah
gambar<img src="jpg/bunga1.jpg" width="103"
height="77" align="bottom"> di tengah teks dengan
atribut align = top <br>
</p>
</body>
</html>
6.3. Floating Image
Berikut ini
contoh membiarkan suatu image mengambang di kiri atau di kanan paragraf.
Contoh
– Listing 6.3 : floatingimage.html
<html>
<head>
<title>Floating
Image</title>
</head>
<body>
<p><img
src="jpg/house1.jpg" width="114" height="62"
hspace="10" vspace="5" align="left">Sebuah
paragraf yang berisi image. atribut align image diisi dengan
"left". Sebuah paragraf yang berisi image. atribut align
image diisi dengan "left". Sebuah paragraf yang berisi image.
atribut align image diisi dengan "left". Sebuah paragraf yang
berisi image. atribut align image diisi dengan "left".
</p>
<p><img
src="jpg/house1.jpg" width="114" height="62"
hspace="10" vspace="5" align="right">Sebuah
paragraf yang berisi image. atribut align image diisi dengan
"right". Sebuah paragraf yang berisi image. atribut align
image diisi dengan "right".Sebuah paragraf yang berisi image.
atribut align image diisi dengan "right". Sebuah paragraf
yang berisi image. atribut align image diisi dengan "right".
Sebuah paragraf yang berisi image. atribut align image diisi dengan
"right".</p>
</body>
</html>

Gambar 6.4. Image floating
6.4 Image Adjustment
Contoh berikut ini adalah menampilkan image sesuai dengan ukuran
yang berbeda-beda. Untuk mengubah ukuran image dengan mengubah nilai width dan
height.
Contoh
– Listing 7.4 : adjusmentimage.html
<html>
<head>
<title>Adjustment
Image</title>
</head>
<body>
<p>Image dengan ukuran
71 x 53 </p>
<p><img
src="jpg/house1.jpg" width="71"
height="53"></p>
<p>Image dengan ukuran
122 x 79 </p>
<p><img
src="jpg/house1.jpg" width="122"
height="79"></p>
<p>Image dengan ukuran
163 x 93 </p>
<p><img
src="jpg/house1.jpg" width="163"
height="93"> </p>
</body>
</html>

Gambar 6.5. Contoh hasil image adjustment
6.5 Teks alternatif untuk image
Atribut alt pada tag <img> menyediakan tempat
untuk menampilkan teks pengganti gambar. Keterangan alternatif akan muncul jika
kita menaruh mouse pointer di atas gambar agak lama.
Contoh
– Listing 6.5 : alternatifimage.html
<html>
<head>
<title>Alternatif
Image</title>
</head>
<body>
<img
src="jpg/back.jpg" alt="klik to next" width="111"
height="65">
<br>
Browser akan menampilkan
tulisan <strong>klik to next</strong> jika mouse kita letakkan
diatas gambar anak panah
</body>
</html>
6.6 Image sebagai link
Image dapat
kita buat sebagai sebuah link. Sehingga kita dapat membuat menu-menu web site
dengan sebuah image sebagai link ke halaman lain atau alamat web site lain.
Contoh
– Listing 6.6 : imagelink.html
<html>
<head>
<title>image
link</title>
</head>
<body>
<p><a
href="http://www.eepis-its.edu" target="_blank"><img
src="jpg/back.jpg" width="111" height="87" border="0"></a>
</p>
<p>Membuat image menu
dengan menambahkan tag <a href>. jika icon anak panah kita klik,
maka akan muncul alamat website www.eepis-its.edu. </p>
</body>
</html>
6.7 Image Map
Sebuah image dapat dijadikan sebuah link dengan mendefinisikan
daerah tertentu mengandung sebuah link ke halaman lain atau alamat internet
lain. Definisi daerah di
dalam image yang dijadikan link dinyatakan dalam bentuk objek :
·
Titik
·
Poligon
·
Persegi
panjang
·
Lingkaran/elips
Metode imap map mengharuskan mendefinisikan daerah-daerah dalam suatu
gambar yang mempunyai link atau yang akan diberi link. Daerah yang
didefinisikan berupa bentuk daerah dan kordinat pembatasnya :
·
POINT
: daerah berupa satu titik, dengan kordinat x,y
·
RECT
: daerah berupa persegi panjang, dengan kordinat pojok kiri atas dan pojok
kanan bawah.
·
POLY
: daerah berupa polygon, dengan kordinat x, y untuk setiap titik dari setiap
garis.
·
CIRCLE
: daerah berupa lingkaran, dengan kordinat titip pusat lingkaran (x,y) dan
jari-jari.
Contoh
– Listing 6.7 : imagemap.html
<html>
<head>
<title>image
map</title>
</head>
<body>
<div
align="center"><img src="jpg/house1.jpg"
width="202" height="90" border="0"
usemap="#Maprumah">
<map name="Maprumah"
id="Maprumah">
<area shape="rect"
coords="62,17,103,49" href="atap.htm" alt="atap
rumah">
<area
shape="circle"coords="45,65,15"
href="dinding.htm" alt="dinding rumah">
</map>
</div>
</body>
</html>
Keterangan : Mendefinisikan imap map persegi panjang
dan lingkaran.



Gambar 6.7. Image Map
Jika daerah persegi panjang diklik, maka akan muncul halaman atap.htm, dan
jika daerah lingkaran diklik maka akan muncul halaman dinding.htm
Source Code – Listing 6.8 : atap.htm
<html>
<head>
<title>atap
rumah</title>
</head>
<body>
Anda menekan daerah atap rumah
</body>
</html>
Source Code - Listing 6.9 : dinding.htm
<html>
<head>
<title>Dinding
Rumah</title>
</head>
<body>
anda menekan daerah dinding
rumah
</body>
</html>
Bab 7
Membuat Tabel
Tabel digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk kolom dan baris.
Tabel didefinisikan dengan tag <table>. Sebuah tabel dibagi menjadi
beberapa baris (dengan tag <tr>), dan setiap baris dibagi menjadi
beberapa kolom (dengan tag <td>). Td kependekan dari ”table data” yang
berarti tempat menyimpan data (data cell). Sebuah cell data dapat berupa teks,
image, list, paragraf, form, tabel,dll.
Tag –tag tabel HTML
|
Tag
|
Keterangan
|
|
<table>
|
Mendefinisikan tabel
|
|
<th>
|
Mendefinisikan header tabel
|
|
<tr>
|
Mendefinisikan baris tabel
|
|
<td>
|
Mendefinisikan cell tabel
|
|
<caption>
|
Mendefinisikan caption tabel
|
|
<colgroup>
|
Mendefinisikan group kolom tabel
|
|
<col>
|
Mendefinisikan atribut nilai jumlah kolom
tabel
|
|
<thead>
|
Mendefinisikan head tabel
|
|
<tbody>
|
Mendefinisikan body tabel
|
|
<tfoot>
|
Mendefinisikan footer tabel
|
Contoh
– Listing 7.1 : tabel1.html
<html>
<body>
<p><strong>
Satu
Kolom:</strong></p>
<table
border="1">
<tr>
<td>500</td>
</tr>
</table>
<h4>Satu
baris dan lima kolom:</h4>
<table
border="1">
<tr>
<td>1000</td>
<td>2000</td>
<td>3000</td>
<td>4000</td>
<td>5000</td>
</tr>
</table>
<h4>Dua
baris dan lima kolom :</h4>
<table
border="1">
<tr>
<td>1000</td>
<td>2000</td>
<td>3000</td>
<td>5000</td>
<td>6000</td>
</tr>
<tr>
<td>7000</td>
<td>8000</td>
<td>9000</td>
<td>10000</td>
<td>11000</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

Gambar
7.1. Contoh pemakaian tabel
7.1 Cara membuat tabel dengan dreamweaver
·
Buka halaman web baru
·
Klik menu Insert –Tabel

Gambar 7.2. Pembuatan tabel pada Dreamweaver
·
Masukkan
atribut tabel
Keterangan :
1.
rows : jumlah baris
2.
column : jumlah kolom
3.
table
width : lebar tabel
4.
border
thickness : tebal border
5.
cell
padding : lebar cell padding
6.
cell
spacing : lebar cell spacing
7.2 Border, Align dan Background
tabel
Tebal border tabel didefinisikan dengan tag border, letak posisi tabel didefinisikan dengan tag
align, warna background tabel didefinisikan dengan tag bgcolor.
Contoh – Listing 72 : tabelborder.html
<html><title>Border
Tabel</title>
<body>
<h4>border
normal, letak di tengah:</h4>
<table
border="1" align="center">
<tr>
<td>Baris Pertama - Kolom Pertama
</td>
<td>Baris Pertama - Kolom Kedua
</td>
</tr>
<tr>
<td>Baris Kedua - Kolom Pertama
</td>
<td>Baris Kedua - Kolom Kedua
</td>
</tr>
</table>
<h4>border
lebih tebal, letah di tengah, lebar tabel 90%:</h4>
<table
border="8" align="center" width="90%">
<tr>
<td>Baris Pertama - Kolom Pertama
</td>
<td>Baris Pertama - Kolom
Kedua</td>
</tr>
<tr>
<td>Baris Kedua - Kolom
Pertama</td>
<td>Baris Kedua - Kolom Kedua
</td>
</tr>
</table>
<h4>border
sangat tebal, letak di tengah, lebar tabel 90%, warna background = #FFDFAA:
</h4>
<table
width="90%" border="15" align="center"
bgcolor="#FFDFAA">
<tr>
<td>Baris Pertama - Kolom Pertama
</td>
<td>Baris Pertama - Kolom Kedua</td>
</tr>
<tr>
<td>Baris Kedua - Kolom
Pertama</td>
<td>Baris Kedua - Kolom Kedua
</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

Gambar 7.3. Pengaturan tabel
7.3 Tabel Tanpa Brder
Terkadang dalam pembuatn tabel tidak diharapkan adanya border
(garis-garis). Berikut ini adalah contoh tabel tanpa border.
Contoh – Listing 7.3 :
tabelnoborder.html
<html><title>Tabel
tanpa border</title>
<body>
<h4>Tabel
tanda border :</h4>
<table>
<tr>
<td>ABC</td>
<td>DEF</td>
<td>GHI</td>
</tr>
<tr>
<td>JKL</td>
<td>MNO</td>
<td>PQR</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

Gambar 7.4.
Tabel tanpa border
7.4 Tabel
Header
Berikut ini adalah contoh tabel header
dengan tag <th>.
Contoh – Listing 7.4 :
tabelheader.html
<html><title>Tabel
Header</title>
<body>
<h4>Table header:</h4>
<table
border="1">
<tr>
<th>Name</th>
<th>Jurusan</th>
<th>Institusi</th>
</tr>
<tr>
<td>Hasan Abdul Karim </td>
<td>Teknologi Informasi </td>
<td>PENS ITS </td>
</tr>
</table>
<h4>Vertical
header:</h4>
<table
border="1">
<tr>
<th>Nama :</th>
<td>Hasan Abdul Karim </td>
</tr>
<tr>
<th>Jurusan</th>
<td>Teknologi Informasi </td>
</tr>
<tr>
<th>Institusi</th>
<td>PENS ITS </td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

Gambar 7.5. Tabel header
7.5 Empty Cell
Berikut ini adalah contoh empty cell tabel.
Contoh – Listing 7.5 :
emptycell.html
<html><title>Empty
Cell</title>
<body>
<table
border="1">
<tr>
<td>Tulisan Teks </td>
<td>Tulisan
Teks</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>Tulisan Teks</td>
</tr>
<tr>
<td> </td>
<td>Tulisan Teks</td>
</tr>
</table>
<p>Jika
suatu tabel tidak ada data, maka akan dianggap tidak ada border seperti
terlihat pada baris kedua - kolom pertama. Untuk mengatasinya bisa dengan trik
memberikan spasi, yaitu dengan teks di kode "&nbsp;".
</p>
</body>
</html>

Gambar 7.6. Cell kosong
7.6 Colspan dan Rowspan
Berikut ini adalah contoh mendefinisikan cell tabel yang dilebarkan
lebih dari satu baris atau satu kolom dengan atribut colspan dan rowspan.
Contoh – Listing 7.6 :
colspan.html
<html><title>Colsapn
dan Rowspan</title>
<body>
<h4>Colspan
3 kolom:</h4>
<table
border="1">
<tr>
<th>Hari</th>
<th
colspan="3">Kuliah</th>
</tr>
<tr>
<td>Senin</td>
<td>Web Design</td>
<td>Aplikasi Web </td>
<td>Database </td>
</tr>
</table>
<h4>Rowspan 3
row:</h4>
<table
border="1">
<tr>
<th>Hari:</th>
<td>Senin</td>
</tr>
<tr>
<th
rowspan="3">Kuliah</th>
<td>Web Design</td>
</tr>
<tr>
<td>Aplikasi Web</td>
</tr>
<tr>
<td>Database</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

Gambar 7.6. Contoh
colspan dan rowspan
7.7 Tag di
dalam suatu tabel
Berikut ini adalah contoh
menampilkan elemen di dalam elemen lain.
Contoh – Listing 7.7 : tagintabel.html
<html><title>Tag
di dalam tabel</title>
<body>
<table
border="1">
<tr>
<td><p>Sebuah paragraf </p>
<p>Paragraf lain </p></td>
<td>Cell berisi tabel
<table border="1">
<tr>
<td>A</td>
<td>B</td>
</tr>
<tr><td>C</td>
<td>D</td></tr>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Cell berisi list
<ul>
<li>Senin</li>
<li>Selasa</li>
<li>Rabu</li>
<li>Kamis</li>
</ul>
</td>
<td>PENS ITS </td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

Gambar 7.7. Contoh tabel dalam tabel
7.8 Cellpadding
Cellpadding digunakan untuk memberikan jarak antara teks dengan tepi
border tabel. Cellpadding menggunakan atribut cellpadding
Contoh – Listing 7.8 :
cellpadding.html
<html><title>cellpadding</title>
<body>
<h4>Tanpa
cellpadding:</h4>
<table
border="1">
<tr>
<td>ABC</td>
<td>DEF</td>
</tr>
<tr>
<td>GHI</td>
<td>JKL</td>
</tr>
</table>
<h4>Dengan
cellpadding:</h4>
<table
border="1"
cellpadding="10">
<tr>
<td>ABC</td>
<td>DEF</td>
</tr>
<tr>
<td>GHI</td>
<td>JKL</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

Gambar 7.8. Contoh cellpadding
7.9 Cellspacing
Cellspacing digunakan untuk memberikan jarak antara
border dalam tabel dengan border luar tabel. Cellspacing menggunakan atribut
cellspacing.
Contoh – Listing 7.9 :
cellspacing.html
<html><title>cellspacing</title>
<body>
<h4>Tanpa
cellspacing:</h4>
<table
border="1">
<tr>
<td>ABC</td>
<td>DEF</td>
</tr>
<tr>
<td>GHI</td>
<td>JKL</td>
</tr>
</table>
<h4>Dengan
cellspacing:</h4>
<table
border="1"
cellspacing="10">
<tr>
<td>ABC</td>
<td>DEF</td>
</tr>
<tr>
<td>GHI</td>
<td>JKL</td>
</tr>
</table>
</body></html>

Gambar 7.9. Cellspacing
7.10 Background Pada Tabel
Background pada tabel dapat didefinisikan dengan
menggunakan warna atau dengan image. Berikut ini adalah contoh background tabel
dengan warna dan image. Untuk memberikan background warna menggunakan atribut
‘bgcolor’. Untuk memberikan background image menggunakan atribut background.
Contoh – Listing 7.10 :
backgroundtabel.html
<html><title>Background
Tabel</title>
<body>
<h4>Dengan background
warna:</h4>
<table border="1"
bgcolor="green">
<tr>
<td>ABC</td>
<td>DEF</td>
</tr>
<tr>
<td>GHI</td>
<td>JKL</td>
</tr>
</table>
<h4>Dengan background
image:</h4>
<table
border="1" background="jpg/bgdesert.jpg">
<tr>
<td>ABC</td>
<td>DEF</td>
</tr>
<tr>
<td>GHI</td>
<td>JKL</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

Gambar 7.10. Background pada tabel
7.11 Background Cell
Background Cell digunakan untuk memberikan background pada cell
tertentu tabel sehingga dimungkinkan banyak warna pada sutau tabel.
Contoh – Listing 7.11 :
cellbackground.html
<html><title>cell
background</title>
<body>
<h4>Cell
background:</h4>
<table
border="1">
<tr>
<td
bgcolor="#FF9F55">ABC</td>
<td>DEF</td>
</tr>
<tr>
<td
background="jpg/bgdesert.jpg">
GHI</td>
<td>JKL</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

Gambar 7.11. Background Cell
7.12 Mengatur posisi teks dalam tabel
Berikut ini adalah contoh mengatur posisi teks dalam
tabel dengan atribut align, sehingga diperoleh layout yang lebih baik.
Contoh – Listing 7.12 :
aligntabel.html
<html><title>Align
Tabel</title>
<body>
<p>Mengatur
posisi teks dalam tabel </p>
<table
width="400" border="1">
<tr>
<th
align="left">Hari</th>
<th
align="right">Kuliah-1</th>
<th
align="right">Kuliah-2</th>
</tr>
<tr>
<td
align="left">Senin</td>
<td align="right">Web Design
</td>
<td align="right">Aplikasi
Web </td>
</tr>
<tr>
<td
align="left">Selasa</td>
<td
align="right">Database</td>
<td
align="right">Matematika</td>
</tr>
<tr>
<td
align="left">Rabu</td>
<td align="right">Bahasa
Enggris </td>
<td
align="right">RPL</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

Gambar 7.12.
Pengaturan teks pada tabel
Bab 8
Membuat
Frame
Frame HTML dapat digunakan untuk
menampilkan beberapa web page yang ditampilkan dalam satu window browser. Model
ini sering dipakai untuk memperjelas penyajian informasi dengan menu-menu yang
ada selalu ditampilkan.
Kekurangan penggunaan frame :
- Developer web harus menjaga dokumen HTML lebih banyak
- Sulit untuk mencetak (print) semua halaman web.
Tag Frameset :
· Tag <frameset> mendefinisikan bagaimana membagi window ke dalam fram-frame.
· Setiap frameset mendefinisikan sebuah set baris (row) atau kolom (colom)
· Setiap nilai rows/column menunjukkan jumlah tampilan area setiap row/colomn.
Tag Frame
- Tag <frame> tag mendefinisikan nama dokumen HTML yang dimasukkan dalam frame.
Sebagai contoh dibawah ini adalah frameset
dengan dua kolom. Kolom pertama dengan lebar 25% dari browser window. Kolom
kedua dengan lebar 75% dari browser window. Dokumen HTML ”frame1.html”
diletakkan pada kolom pertama dan dokumen HTML ”frame2.html” diletakkan di
kolom kedua.
<frameset
cols="25%,75%">
<frame src="frame_a.htm">
<frame src="frame_b.htm">
</frameset>
<frame src="frame_a.htm">
<frame src="frame_b.htm">
</frameset>
Tag – tag Frame
|
Tag
|
Keterangan
|
|
<frameset>
|
Mendefinisikan kumpulan frame
|
|
<frame>
|
Mendefinisikan bagian dari windows
(sebuah frame)
|
|
<noframes>
|
Mendefinisikan bagian noframe untuk
browser yang tidak dapat menangani frame
|
|
<iframe>
|
Mendefinisikan suatu frame inline
|
8.1 Cara membuat frame HTML dengan dreamweaver :
- Buka halaman web baru
- Klik Insert – HTML – Frame
- Pilih model frame,contoh : top nested left

- Sehingga akan muncul design frame
sebagai berikut :

Gambar 8.1. Design frame
- Tampilan di atas terdiri dari tiga frame, yaitu frame top, frame left dan frame main. Sehinnga untuk menyimpannya perlu disimpan dengan empat nama file. Yaitu file untuk frame top (frametop.html), frame left (frameleft.html), frame main (framemain.html) dan frame gabungannya, misalkan disebut frame utama (frameutama.html).
- Source Code – Listing 8.1: frameutama.html
<html>
<head>
<title>Frame
Utama</title>
</head>
<frameset
rows="80,*" cols="*" frameborder="yes"
border="2" framespacing="2">
<frame src="frametop.html"
name="topFrame" scrolling="NO" noresize>
<frameset rows="*"
cols="142,*" framespacing="2" frameborder="yes"
border="2">
<frame src="frameleft.html"
name="leftFrame" scrolling="NO" noresize>
<frame src="framemain.html"
name="mainFrame">
</frameset>
</frameset>
<noframes><body>
</body></noframes>
</html>
- Source Code – Listing 8.2 : frametop.html
<html>
<head>
<title>Frame
Top</title>
</head>
<body>
Frame Top
</body>
</html>
- Source Code - Listing 8.3 : frameleft.html
<html>
<head>
<title>Frame
Left</title>
</head>
<body>
Frame Left
</body>
</html>
- Source Code - Listing 8.4 : framemain.html
<html>
<head>
<title>Frame
Main</title>
</head>
<body>
Frame Main
</body>
</html>
- Hasil di Browser :

Gambar 8.2. Contoh hasil frame
8.2 Frame Kolom
Berikut ini
adalah contoh frameset vertikal untuk tiga dokumen yang berbeda.
Contoh
:
Source
Code - Listing 8.5 : frameabc.html
<html><title>Frame
tiga kolom</title>
<frameset
cols="25%,50%,25%">
<frame src="framea.html">
<frame src="frameb.html">
<frame src="framec.html">
</frameset>
</html>
Source
Code - Listing 8.6 : framea.html
<html>
<head>
<title>Frame
A</title>
</head>
<body
bgcolor="#FFBF55">
<strong>Frame A
</strong>
</body>
</html>
Source
Code - Listing 8.7 : frameb.html
<html>
<head>
<title>Frame
B</title>
</head>
<body
bgcolor="#FFBFFF">
<strong>Frame B
</strong>
</body>
</html>
Source
Code - Listing 8.8: framec.html
<html>
<head>
<title>Frame
C</title>
</head>
<body
bgcolor="#99FFFF">
<strong>Frame C
</strong>
</body>
</html>

Gambar 8.3. Frame kolom
8.3 Frame Baris
Berikut ini adalah contoh frameset horizontal untuk tiga dokumen
yang berbeda.
Contoh
- Listing 8.9 : frame3baris.html
<html><title>Frame
tiga baris</title>
<frameset
rows="30%,30%,40%">
<frame src="framea.html">
<frame src="frameb.html">
<frame src="framec.html">
</frameset><noframes></noframes>
</html>

Gambar 8.4. Frame baris
8.4 Frame Navigasi
Berikut ini adalah contoh membuat frame
navigasi. Navigasi berisi sebuah dartar link dengan frame kedua sebagai target.
Frame kedua menampilkan dokumen yang di-link.frame target disebelah kanan
dinamakan ”showframe”
Contoh
: Source Code - Listing 8.10: framenavigasi.html
<html><title>frame
navigasi</title>
<frameset
cols="120,*">
<frame
src="framenavmenu.html">
<frame
src="framenavisi.html"
name="showframe">
</frameset>
</html>
Source
Code - Listing 8.11: framenavmenu.html
<html>
<head>
<title>menu</title>
</head>
<body>
<p><a
href="framea.html" target="showframe">frame
A</a></p>
<p><a
href="frameb.html" target="showframe">frame
B</a></p>
<p><a
href="framec.html" target="showframe">frame C</a></p>
</body>
</html>
Source
Code - Listing 8.12: framenavisi.html
<html>
<head>
<title>isi</title>
</head>
<body>
<p>Selamat Datang</p>
<p>Percobaan Frame
Navigasi </p>
</body>
</html>

Gambar 8.5. Contoh navigasi
Jika di-klik menu frame A, maka akan muncul
:

Gambar 8.6. Contoh navigasi
8.5 Frame Inline
Berikut ini adalah contoh membuat frame inline (frame di dalam sebuah
dokumen HTML).
Contoh
: Source Code - Listing 8.13 : frameinline.html
<html>
<body>
<iframe
src="home.html"></iframe>
<p>Some older browsers
don't support iframes.</p>
<p>If they don't, the
iframe will not be visible.</p>
</body></html>
Source
Code - Listing 8.14: home.html
<html>
<head>
<title>Home</title>
</head>
<body>
<h1>Belajar Web Design
</h1>
<h2>Belajar
Web Design </h2>
<h3>Belajar
Web Design </h3>
<h4>Belajar
Web Design </h4>
<h5>Belajar
Web Design </h5>
<h6>Belajar
Web Design </h6>
</body>
</html>

Gambar 8.7. Frame inline
Bab 9
Membuat Form Isian
Form HTML adalah sebuah area yang mengandung elemen – elemen form.
Elemen form adalah sebuah elemen yang memungkinkan user untuk memasukkan
informasi seperti text, teksarea, menu drop-down, radio button, checkbox,dll.
Sebuah form didefinisikan dengan tag <form>.
<form>
…
</form>
|
Tag – tag Form
|
Tag
|
Keterangan
|
|
<form>
|
Mendefinisikan form untuk masukan user
|
|
<input>
|
Mendefinisikan masukan field
|
|
<textarea>
|
Mendefinisikan textarea
|
|
<label>
|
Mendefinisikan label control
|
|
<fieldset>
|
Mendefinisikan sebuah fieldset
|
|
<legend>
|
Mendefinisikan caption sebuah fieldset
|
|
<select>
|
Mendefinisikan list (drop-down box)
|
|
<optgroup>
|
Mendefinisikan option group
|
|
<option>
|
Mendefinisikan option pada drop-down box
|
|
<button>
|
Mendefinisikan button
|
9.1 Jenis masukan dalam form
Jenis masukan merupakan suatu
obyek/komponen yang digunakan untuk memasukkan suatu nilai/data/informasi ke
dalam web. Jenis masukan dalam form dibedakan menjadi :
·
Text
: digunakan untuk memasukkan suatu nilai untuk dikirimkan kepada server. Nilai
yang dimasukkan dapat berupa angka ataupun teks.
·
Radio
: menyediakan beberapa pilihan, hanya satu pilihan yang dapat dipilih.
·
Check
box : menyediakan beberapa pilihan, pilihan bisa lebih dari satu yang dipilih.
·
Button
: digunakan untuk mendefinisikan tombol untuk melakukan pemrosesan form.
1.
SUBMIT
: button yang digunakan untuk mengirim data.
2.
RESET
: button yang digunakan untuk menginisialisasi (mengosongkan) form.
·
List
: menyediakan pilihan dalam bentuk list pilihan, pilihan yang dipilih dapat
lebih dari satu.
·
Text
Area : digunakan untuk memasukkan data dalam bentuk teks berupa memo.
9.2 Tag – tag dan atribut elemen
form
·
Form
<form
name="form1" method="post"
action=""></form>
Keterangan :
Form : tag yang menandakan
sebuah elemen form
Name : nama form
Methode : metode pengiriman data.
Bisa berupa “post” atau “get”
Action : nama file dokumen yang
memproses pengiriman data. Lebih lanjut akan dibahas di aplikasi web php mysql.
·
Text Field
<input
type="text" name="textfield">
Keterangan :
Input : tag yang menandakan
sebuah masukan
Type : type sebuah masukan, yaitu ”text”
Name : nama text field
·
Text Area
<textarea
name="textarea" cols="100"
rows="5"></textarea>
Keterangan :
Textarea : tag yang menandakan
sebuah masukan textarea
Name : nama textarea
Cols : jumlah kolom textarea
Rows : jumlah baris textarea
·
Check box
<input name="checkbox"
type="checkbox" value="checkbox" checked>
Keterangan :
Name : nama checkbox
Type : type masukan
Valuae : nilai yang dikirimkan ke server
Checked : menunjukkan bahwa otomatis pilihan
tersebut dipilih. Secara default atribut tersebut unchecked (tidak dipilih).
·
Radio Button
<input name="radiobutton"
type="radio" value="radiobutton">
Keterangan :
Name : nama radiobutton
Type : type masukan
Value : nilai yang akan dikirim ke server
·
List Box
<select
name="select">
<option
value="TI">Teknologi Informasi</option>
</select>
Keterangan :
Select : tag yang menandakan
sebuah list/menu
Name : nama list/menu
Option : tag yang menandakan
sebuah pilihan list
Value : nilai pilihan yang
akan dikirim ke server
·
Button – Submit
<input type="submit"
name="Submit" value="Submit">
·
Button – Reset
<input type="reset"
name="Reset" value="Reset">
9.3 Cara pembuatan form dengan
dreamweaver
·
Buka
halaman web baru
·
Klik
menu Insert – Form
·
Pilih
model form

·
Contoh
memilih textarea, sehinnga muncul design view sebagai berikut :

Gambar 9.1. Memilih textarea
·
Atur
propertiesnya, bisa melalui code design atau design propertiesnya :

Gambar 9.2. Pengaturan property
Keterangan :
TextField : nama
textarea
Char width :
lebar kolom
Num Lines :
jumlah baris
Wrap : model pengaturan
teks dalam textarea
Type : pilih singgle line,
multiline atau password
Init val : nilai default
Class : nama class jika
menggunakan file CSS
9.4 Field Text
Berikut ini
adalah contoh penggunakan field text dalam dokumen HTML.
Contoh
– Listing 9.1 : textfield.html
<html><title>text
field</title>
<body>
<form>
Nama Depan :
<input name="NamaBelakang"
type="text" id="NamaBelakang">
<br>
Nama Belakang :
<input
name="NamaBelakang" type="text"
id="NamaBelakang">
</form>
</body>
</html>

Gambar 9.3. Contoh field text
9.5 Field Text – Password
Berikut ini
adalah contoh Field Text dengan masukan berupa password.
Contoh
- Listing 9.2: password.html
<html><title>Password</title>
<body>
<form>
Username:
<input
type="text" name="user"><br>
Password:
<input
type="password" name="password">
</form>
<p>Keterangan : ketika
memasukan data di field password, browser akan menampilkan tanda bintang
sebagai pengganti karakter. </p>
</body>
</html>

Gambar
9.4. Contoh password
9.6 Checkbox
Berikut ini
adalah contoh penggunaan checkbox dalam dokumen HTML.
Contoh
- Listing 9.3 : checkbox.html
<html><title>Check
Box</title>
<body>
<p> Hobi :</p>
<form>
<p>Baca Majalah :
<input name="majalah"
type="checkbox" id="majalah" value="majalah"
checked>
<br>
Olah Raga :
<input
name="olahraga" type="checkbox" id="olahraga"
value="olahraga">
<br>
Memancing :
<input
name="mancing" type="checkbox" id="mancing"
value="memancing">
</p>
</form></body>
</html>

Gambar
9.5. Contoh checkbox
9.7 Radio Button
Berikut ini
adalah contoh penggunaan radion button dalam dokumen HTML.
Contoh
- Listing 9.4 : radiobutton.html
<html><title>Radio
Button</title>
<body>
<p>Agama : </p>
<form>
<p>Islam :
<input type="radio"
checked="checked"
name="agama"
value="islam"> <br>
Kristen :
<input
type="radio"
name="agama"
value="kristen"><br>
Protestan :
<input
name="agama" type="radio"
value="protestan"><br>
Hindu :
<input
name="agama" type="radio"
value="Hindu"><br>
Budha :
<input
name="agama" type="radio" value="Budha"></p>
</form></p>
</body>
</html>

Gambar 9.6. Contoh radiobutton
9.8 List Box – Drop Down Menu
Berikut ini
adalah contoh penggunaan list box – drop down menu.
Contoh
- Listing 9.5 : listbox.html
<html>
<head>
<title>List
Box</title>
</head>
<body>
<p>Tahun
Kelahiran</p>
<form
name="form1" method="post" action="">
<select name="select">
<option value="1980"
selected>1980</option>
<option
value="1981">1981</option>
<option
value="1982">1982</option>
<option
value="1983">1983</option>
<option
value="1984">1984</option>
<option
value="1985">1985</option>
</select>
</form>
</body>
</html>

Gambar 9.7. COntoh listbox dropdown
9.9 Textarea
Berikut ini
adalah contoh penggunaan textarea dalam dokumen HTML.
Contoh
- Listing 9.6 : textarea.html
<html>
<head><title>textarea</title></head>
<body>
<p>Komentar
:</p>
<form
name="form1" method="post" action="">
<textarea
name="textarea" cols="50" rows="5">isikan
komentar anda disini</textarea>
</form>
</body></html>

Gambar 9.8. Contoh textarea
9.10 Button – Submit dan Reset
Berikut ini adalah contoh penggunaan Submit
Button dan Reset Button.
Contoh - Listing 9.7 : button.html
<html>
<head>
<title>Button</title>
</head>
<body>
<form
name="form1" method="post" action="">
<input type="submit"
name="Submit" value="Send">
<input type="reset"
name="Reset" value="Reset">
</form>
</body>
</html>

Gambar 9.9. Contoh button
9.11 Contoh form biodata
Source
Code - Listing 9.8 : biodata.html
<html>
<head>
<title>Biodata</title>
</head>
<body>
<p align="center">Formulir
Biodata </p>
<form
name="form1" method="post" action="">
<table
width="90%"
border="0" align="center">
<tr>
<td
width="25%">Nama</td>
<td width="2%">:</td>
<td width="73%"><input
name="txtnama" type="text" id="txtnama" size="50"></td>
</tr>
<tr>
<td>Tempat Tanggal Lahir </td>
<td>:</td>
<td><input name="tempat"
type="text" id="tempat" size="20">
/
<input name="textfield"
type="text" size="5">
-
<select name="sBulan"
id="sBulan">
<option
value="januari" selected>Januari</option>
<option
value="pebruari">Pebruari</option>
<option
value="maret">Maret</option>
<option
value="april">April</option>
<option
value="mei">Mei</option>
<option
value="juni">Juni</option>
<option
value="juli">Juli</option>
<option
value="agustus">Agustus</option>
<option
value="september">September</option>
<option
value="oktober">Oktober</option>
<option
value="nopember">Nopember</option>
<option
value="desember">Desember</option>
</select>
-
<select name="sTahun"
id="sTahun">
<option value="1980"
selected>1980</option>
<option
value="1981">1981</option>
<option value="1982">1982</option>
<option
value="1983">1983</option>
<option
value="1984">1984</option>
<option
value="1985">1985</option>
<option
value="1986">1986</option>
<option
value="1987">1987</option>
<option value="1988">1988</option>
<option
value="1989">1989</option>
<option
value="1990">1990</option>
</select></td>
</tr>
<tr>
<td
valign="top">Agama</td>
<td
valign="top">:</td>
<td valign="top"><input
name="agama" type="radio" value="islam"
checked>
Islam<br>
<input
name="agama" type="radio" value="kristen">
Kristen <br>
<input
name="agama" type="radio" value="protestan">
Protestan<br>
<input
name="agama" type="radio" value="hindu">
Hindu <br>
<input
name="agama" type="radio" value="budha">
Budha <br> </td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Hobi</td>
<td>:</td>
<td><input name="cHobi"
type="checkbox" id="cHobi" value="Olah Raga"
checked>
Olah Raga <br>
<input name="cHobi"
type="checkbox" id="cHobi" value="Baca
Majalah">
Baca Majalah<br>
<input
name="cHobi" type="checkbox" id="cHobi"
value="Memancing">
Memancing<br></td>
</tr>
<tr>
<td>Komentar</td>
<td>:</td>
<td><textarea name="areaKomentar"
cols="50" rows="3"
id="areaKomentar"></textarea></td>
</tr>
<tr>
<td> </td>
<td> </td>
<td><input type="submit"
name="Submit" value="Send">
<input type="reset"
name="Reset" value="Reset"></td>
</tr>
</table>
</form>
</body>
</html>

Gambar 9.10. Contoh pengisian biodata
Bab 10
Studi Kasus
Pada proyek akhir ini, kita membuat Contoh
sebuah web site UMPN dengan design layout web menggunakan macromedia
dreamweaver.
10.1 Manage Site
Manage site digunakan untuk menentukan
server tempat menyimpan file – file dokumen HTML.
Langkah – Langkah
menentukan manage site :
- Buka aplikasi dreamweaver
- klik menu Site – Manage Sites

Gambar 10.1. Manage site
- klik New – Site, seperti pada gambar 10.2.
- Masukkan nama site dan klik Next
- Menentukan teknologi server, apakah menggunakan teknologi server atau tidak seperti terlihat pada gambar 10.3. Sebagai contoh kita tidak menggunakan teknologi server. Klik Next

Gambar 10.2. Site Definition

Gambar 10.3. Pemilihan teknologi server
- Menentukan letak direktori
penyimpanan dokumen HTML. Klik Next

Gambar 10.4. Letak direktori
- Menentukan
metode menghubungkan ke server. Pilih None jika server kita menggunakan
komputer lokal. Pilih FTP jika server menggunakan komputer server lain.

Gambar 10.5. Metode hubungan dengan server
- Hasil definisi manage site. Klik Done

Gambar 10.6 Hasil dari manage site
10.2. Membuat Template Web
- Buat halaman web baru. Dan simpan dengan nama TemplateWeb.html
- Buat sebuah tabel dengan atribut sebagai berikut :
Rows : 3
Column : 1
Table
width : 90%
Border : 1
Align : center
Sehingga
menghasilkan design sebagai berikut :

Keterangan :
Baris pertama dari tabel akan digunakan sebagai tempat header image. Baris
kedua akan digunakan sebagai tempat menu dan isi berita, sehingga harus dibagi
menjadi 2 kolom lagi. Dan baris ketiga digunakan sebagai tempat footer.

Gambar 10.7. Pengaturan tabel
- Membagi baris kedua menjadi dua kolom.
·
Letakkan
cursor di baris kedua
·
Klik menu Modify – Table – Split
Cell.
Split cell into : colomn
Number of column : 2
Split cell into : colomn
Number of column : 2

Gambar 10.8. Pembagian kolom
·
Atur ukuran kolom : kolom
pertama dengan width = 25%, kolom kedua dengan width = 75%.
Sehingga muncul hasil sebagai berikut :

Sehingga muncul hasil sebagai berikut :

Keterangan : Baris kedua –
kolom pertama akan digunakan sebagai menu – manu navigasi. Baris kedua – kolom kedua akan digunakan
sebagai tempat informasi.
- Memasukkan image header.
- Letakkan cursor di tabel baris pertama.
- Klik Insert – Image (masukkan image
header yang sudah disiapkan yang digunakan sebagai header)

Gambar 10.9. Penambahan gambar
Sehingga muncul hasil sebagai berikut :


Gambar 10.10. Contoh hasil 1
- Membuat menu navigasi
·
Tambahkan tabel di baris kedua
– kolom pertama dengan atribut sebagai berikut :
1.
Rows : 5
2. Column : 1
3.
Width : 100 %
4.
Border : 0

Gambar 10.11. pembuatan tabel navigasi
Sehingga muncul
hasil sebagai berikut :

Gambar 10.12. Contoh hasil 2
·
Menambahkan
teks menu dengan posisi teks di tengah tabel (align = ”center”) dan link ke
halaman target.
|
Nama Menu
|
Target Link
|
|
Home
|
Ke halaman
index.html
|
|
Mekanisme UMPN
|
Ke halaman
mekanisme.html
|
|
Jadwal Ujian
|
Ke halaman
jadwal.html
|
|
Materi Ujian
|
Ke halaman
materi.html
|
|
PENS
|
Ke halaman
informasi pens.html
|
- Memberikan keterangan footer dan warna background footer
·
Letakkan cursor di baris ketika
·
Tambahkan teks “UMPN - 2006” ,
dengan atribut align = “center” dan pemformatan teks tag <strong> untuk
menebalkan tulisan.
·
Tambahkan
warna background
Sehingga muncul sebagai berikut :

Gambar 10.13. Contoh hasil 3
- Memasukkan “Editable Region” di baris kedua – kolom kedua. Yaitu area yang dapat ditambahkan teks informasi pada saat posisinya sebagai template.
Langkah – langkah :
·
Klik Insert – Template Objects – Editable Region.

·
Masukkan nama edit regionnya


·
Sehingga muncul sebagai berikut
:


Gambar 10.4. Contoh hasil template
Keterangan :
Daerah edit region adalah daerah yang akan kita isi dengan informasi sesuai
dengan dokumen web.
- Simpan sebagai template
·
Klik File – Save as Template.
Simpan dengan nama TemplateWebpada Site webdesign yang sudah kita tentukan.


Gambar 10.14. Penyimpanan template
·
Sehingga
di panel direktori file muncul direktori ‘Template’ dan didalamnya ada file
‘TemplateWeb.dwt’ sebagai file template. File template hanya bisa kita rubah
dengan membuka file template tersebut.
+
+

Gambar 10.15. Hasil penyimpanan
- Membuat File index.html dari file TemplateWeb.dwt
·
Klik
menu File – New. Pilih tab Templates, pilih template yang sudah dibuat. Pastikan checkbox “Update page when template changes” terpilih. Klik
Create


Gambar 10.16. Membuat file index.html
·
Simpan
dengan nama index.html
- Menambahkan informasi pada daerah EditRegion1 file index.html. Hanya daerah EditRegion1 yang bisa kita rubah, untuk merubah daerah lain, kita harus merubah melalui file “TemplateWeb.dwt” dan file file dokumen web yang dibuat melalui file template akan ikut berubah. Sehingga jika ada perubahan menu, kita hanya mengubah file templatenya, tidak perlu merubah sebuah file. Hal ini akan memudahkan kita mengelola dokumen file yang jumlahnya sangat banyak.
Tambahkan informasi index.html pada code daerah
EditRegion1 sebagai berikut
Source Code :
Source Code :
<div
align="center">
<h1><strong>Selamat Datang
di website UMPN</strong></h1>
<p
align="left">Persyaratan Peserta :</p>
<div align="left">
<ol>
<li d="">Tamatan
SMTA (SMA, MA, SMK) tahun lulus 2006 atau sebelumnya.</li>
<li>Umur Maksimal 24 tahun
terhitung bulan agustus 2006</li>
<li>Mempunyai kesehatan fisik
yang tidak mengganggu kelancaran belajar di program studi pilihannya (sebagai
contoh untuk program studi yang dalam belajarnya diperlukan kemampuan
membedakan warna, tidak boleh butawarna) </li>
<li> Persyaratan lainnya
diatur oleh Politeknik masing-masing</li>
</ol>
</div>
<p
align="left"> </p>
</div>
Hasil di Browser : index.html

Gambar 10.17. Contoh hasil web site index.html
- Membuat file mekanisme.html seperti langkah sebelumnya. Dan tambahkan informasi pada code daerah EditRegion1 sebagai berikut :
Source Code :
Peserta
dapat memilih program studi di Politeknik tempat mendaftar dan program studi
pada Politeknik peserta UMPN lainnya, dengan ketentuan sebagai berikut :
<ol>
<li>Peserta diwajibkan memilih
Program studi pada Politeknik tempat mendaftar, dengan jumlah pilihan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku di Politeknik setempat. </li>
<li>Pilihan pada Politeknik
lainnya maksimal 2 (dua) program studi dari Politeknik yang berbeda, boleh
dengan program studi yang sama atau berbeda, dengan prioritas sesuai dengan
nomor urut pilihan. </li>
</ol>

Gambar 10.18. Hasil dari
mekanisme.html
- Membuat file jadwal.html seperti langkah sebelumnya. Dan tambahkan informasi pada code daerah EditRegion1 sebagai berikut :
Source Code :
Ujian
diselenggarakan serentak pada :<br>
Hari
/ Tanggal : Sabtu 12 Agustus 2006
<ol type="a">
<li> Pukul 08.00 - 10.30 WIB
(Bidang Rekayasa dan Pertanian)</li>
<li>Pukul 12.00 -
14.30 WIB (Bidang Tata Niaga) </li>
</ol>

Gambar 10.19. Hasil dari ujian.html
- Membuat file materi.html seperti langkah sebelumnya. Dan tambahkan informasi pada code daerah EditRegion1 sebagai berikut :
Source Code :
<strong>Bidang
Rekayasa dan Pertanian : </strong>
<ol>
<li>Matematika</li>
<li>Fisika</li>
<li>Bahasa Indonesia</li>
<li>Bahasa Inggris</li>
<li>Kimia dan Biologi (pada
Politeknik Tertentu)</li>
</ol>
<strong>Bidang Tataniaga
:</strong>
<ol>
<li>Matematika</li>
<li>akuntansi</li>
<li>Ekonomi</li>
<li>Bahasa Indonesia</li>
<li>Bahasa Inggris </li>
</ol>

Gambar 10.19. Hasil dari.materi.html
- Membuat file pens.html seperti langkah sebelumnya. Dan tambahkan informasi pada code daerah EditRegion1 sebagai berikut :
Source Code :
<p
align="center"><strong> POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI
SURABAYA - ITS <br>
</strong>JL. RAYA ITS, KEPUTIH
SUKOLILO SURABAYA -60111<br>
Telepon 031-5947280, Fax
031-5946114<br>
Homepage : <strong><a
href="http://www.eepis-its.edu"
target="_blank">www.eepis-its.edu</a></strong> , Email
:<strong><a href="mailto:humas@eepis-its.edu">
humas@eepis-its.edu</a></strong> </p>
<br>
<strong> Jurusan / Program Studi
:</strong>
<ol>
<li> Teknik Elektronika (D3/ D4)
<br>
Membekali mahasiswa dengan teknologi
otomasi dan robotika dalam aplikasi di industri</li>
<li>Teknik Telekomunikasi (D3/
D4) <br>
Membekali mahasiswa dengan pengetahuan
telekomunikasi sehingga mampu selalu beradaptasi dengan kemajuan teknologi
telekomunikasi dan informasi </li>
<li> Teknik Elektro Industri (D3/
D4) <br>
Membekali mahasiswa dengan teknologi
kontrol daya di sektor manufaktur dan industri</li>
<li>Teknologi Informasi (D3/ D4)
<br>
Membekali mahasiswa dengan kemampuan
mengembangkan dan memelihara sistem informasi berbasis komputer pada lingkungan
bisnis dan manufaktur </li>
</ol>
<p><strong>Persyaratan</strong>
</p>
<ol>
<li> Warga Negara
Indonesia</li>
<li>Tamatan SMTA (SMA, MA, SMK)
tahun lulus 2006 atau sebelumnya </li>
<li> Umur maksimal 24 tahun
terhitung bulan Agustus 2006</li>
<li>Mempunyai kesehatan fisik
yang tidak mengganggu kelancaran belajar di program studi pilihannya (sebagai
contoh untuk program studi yang dalam belajarnya diperlukan kemampuan
membedakan warna, tidak boleh buta warna)</li>
<li>Lulus Ujian
Seleksi, meliputi: Ujian Masuk & Tes Kesehatan </li>
</ol>

Gambar 10.20. Hasil dari pens.html
Bab 11
Pemrograman PHP
11.1
Mengenal
PHP
Pertama kali PHP dibuat dan diperkenalkan oleh Rasmus Lerdorf pada
tahun 1995 menggunakan nama PHP/FI yang merupakan singkatan dari Personal
HomePage/Form Interpreter. Berkembangnya kebutuhan akan PHP sebagai peromgraman
web akhirnya diluncurkan PHP 3.0 oleh Andi Gutmans dan Zeev Suraski pada tahun
1997. Saat ini PHP sudah sampai versi 5.0.
PHP adalah suatu bahasa pemrograman web yang digunakan untuk
keperluan CGI (Common Gateway Interface), artinya mempunyai kemampuan
untuk membaca variabel dari client dan mengirimkan ke server untuk kemudian di
server diolah dan hasilnya dikembalikan ke client.
PHP adalah pemrograman yang bersifat Server Side, artinya bahwa
program hanya bisa diakses melalui server, sedangkan client tidak bisa
mengakses program PHP. Sebagai contoh buatlah program dalam HTML dan PHP yang
disimpan dalan contoh20a.html dan contoh20b.php sebagai berikut:
![]() |
|||
![]() |
|||
Perhatikan hasilnya
akan sama yaitu teks “Hello World”, sekarang buka source melalui menu [View]
>> {Source], hasilnya adalah:
|
|
Program HTML
akan terlihat utuh di komputer client, sedangkan program PHP tidak akan
kelihatan utuh hanya tampilan akhir saja yang bisa ditampilkan di komputer
client. Hal ini terjadi karena PHP prosesnya dilakukan di server dan hasilnya
diberkan pada client berupa informasi akhir tanpa program.
Untuk mengetahui
lebih lanjut tentang perbedaan proses HTML dan PHP dapat dijelaskan dengan blok
diagram proses HTML dan PHP pada gambar 2.1 dan 2.2 berikut, Firman[3].
![]() |
Gambar 11.1. Skema dari HTML
![]() |
Gambar 11.2. Skema dari PHP
Pemrograman PHP mempunyai struktur dasar seperti HTML, hanya saja perintah-perintah
PHP selalu dimulai dan diakhiri oleh tag:
<? ........ perintah
PHP ........... ?>
Contoh 1:
Menggabungkan antara PHP dan HTML:
<html>
<head>
<title>Menggabungkan
PHP dan HTML</title>
</head>
<body>
Ini adalah perintah
HTML<br>
<?
echo
"Ini adalah perintah PHP<br>";
?>
</body>
</html>
Perintah echo adalah perintah untuk menampilkan teks. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Gambar 11.3. Tampilan contoh 1
11.2
Variabel
Di dalam pemrograman PHP salah satu yang
penting adalah pemakaian variabel yang dapat melakukan manipulasi data.
Variabel di dalam PHP dapat dinyatakan dengan menambahkan tanda $ di awal nama
variabel seperti variabel nama dituliskan dengan $nama, variabel nilai
dituliskan dengan $nilai dan seterusnya. Tipe data dari suatu variabel pada pemrograman
PHP sangat tergantung pada definisi awal.
Contoh 2:Program dengan variable string dan tanggal
<html>
<head>
<title>Variabel
Dalam PHP</title>
</head>
<body>
<?
$nama="Basuki";
$tanggal=date("d F y");
echo "$nama,
selamat datang tanggal $tanggal<br>";
?>
</body>
</html>
Perintah date(”d F y”) menghasilkan tanggal
sesuai dengan tanggal pada sistem komputer dan formnya adalah dd-MM-yyyy. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Gambar 11.4. Tampilan contoh 2
Contoh 3:
Program dengan variabel numerik untuk penjumlahan dan pengurangan:
<html>
<head>
<title>Variabel Dalam
PHP</title>
</head>
<body>
<?
$a=15;
$b=10;
$c=$a+$b;
$d=$a-$b;
echo
"$a + $b = $c<br>";
echo "$a - $b =
$d<br>";
?>
</body>
</html>
Hasilnya adalah sebagai berikut:

Gambar 11.4. Tampilan contoh 3.
11.3
Kondisi
Kondisi ini diberikan bila ada pilihan ya
atau tidak. Sebagai contoh apakah password yang diberikan sudah benar, atau
apakah bilangan adalah bilangan genap, atau apakah masukan yang diberikan sudah
lengkap, dan lain-lain. Untuk menyatakan kondisi dan memberikan aksi dapat
dilakukan dengan perintah:
if(kondisi)
{ ...... aksi untuk
kondisi benar ...... }
Else
{ ...... aksi untuk
kondisi salah ...... }
Contoh 4:
Program untuk menentukan bilangan ganjil atau genap
<html>
<head>
<title>Variabel
Dalam PHP</title>
</head>
<body>
<?
$bilangan=23;
$hasilbagi=(int)($bilangan/2);
$sisa=$bilangan-2*$hasilbagi;
if($sisa==0)
echo "$bilangan adalah bilangan
genap<br>";
else
echo "$bilangan adalah bilangan
ganjil<br>";
?>
</body>
</html>
Coba bilangan diganti-ganti dan perhatikan hasilnya. Bilangan dikatakan
genap bila sisa baginya dengan 2 sama dengan nol, bila tidak maka bilangan itu
dikatakan ganjil.
Contoh 5:Program untuk menentukan lebih besar,sama atau lebih kecil dari 10
<html>
<head>
<title>Variabel Dalam
PHP</title>
</head>
<body>
<?
$bilangan=23;
if($bilangan<10)
echo "$bilangan lebih kecil dari
10<br>";
else
if($bilangan>10)
echo "$bilangan
lebih besar dari 10<br>";
else
echo "$bilangan sama dengan
10<br>";
?>
</body>
</html>
Hasilnya adalah sebagai berikut:

Gambar
11.5. Tampilan contoh 5
11.4
Pengulangan
Pengulangan adalah suatu bentuk untuk
melakukan proses yang sama berkali-kali hingga mencapai suatu kondisi akhir
pengulangan yang ditentukan. Ada dua jenis pengulangan yang dapat digunakan di
dalam pemrograman PHP yaitu:
(1) Pengulangan dengan FOR, dimana pengulangan
ini menggunakan variabel indeks untuk melakukan pengulangan dengan nilai awal,
nilai akhir dan penambahan (step) yang ditentukan. Perintah untuk melakukan
pengulangan ini adalah:
For(variable=nilai_awal;variabel=nilai_akhir;variabel+=step){
…… proses
pengulangan ……
}
(2) Pengulangan dengan WHILE, dimana pengulangan ini dilakukan selama
kondisi yang diberikan masih bernilai TRUE. Perintah untuk melakukan pengulangan ini adalah:
while(kondisi) {
...... proses pengulangan ......
}
Contoh 6:
Contoh
pengulangan dengan FOR, dengan mengulang sebanyak 10 kali, yang artinya nilai
variabel a akan bertambah terus dari 1 sampai dengan 10.
<html>
<head>
<title>Variabel Dalam
PHP</title>
</head>
<body>
<?
for($a=1;$a<=10;$a++){
echo "Ini pengulangan ke
$a<br>";
}
?>
</body>
</html>
Hasilnya adalah sebagai berikut:

Gambar 11.6. Tampilan contoh 6
Contoh 7:
Contoh pengulangan dengan WHILE, untuk mengulangan penjumlahan sampai
nilainya lebih dari 56
<html>
<head>
<title>Variabel Dalam
PHP</title>
</head>
<body>
<?
$a=1;
$jumlah=0;
while($jumlah<56){
$jumlah=$jumlah+$a;
echo "Ini pengulangan ke $a ";
echo "hasil jumlahnya adalah
$jumlah<br>";
$a=$a+1;
}
?>
</body>
</html>
Hasilnya adalah:

Gambar 2.7. Tampilan contoh 2.7
11.5
Form dan Parsing Variabel
Pembuatan form telah dijelaskan pada bab
1, menggunakan HTML. Hanya saja setelah form itu dibuat bagaimana hasil form
dapat diproses lebih lanjut akan dijelaskan disini, dengan apa yang dinamakan
sebagai parsing variabel yang artinya
melewatkan variabel melalui form dari client ke server untuk diolah di server
dan hasilnya dikembalikan ke client.
Pada perintah form terdapat action dan
method, sperti telah dijelaskan pada bab 1, penulisan form adalah sebagai
berikut:
<form action=”halaman_proses”
method=”GET/POST”>
……….
layout form ……….
</form>
Perintah action
digunakan untuk menunjukkan file program PHP yang akan digunakan untuk mengolah
variabel yang dilewatkan dari form ini. Sebagai contoh bilai dituliskan
action=”contoh28.php” maka form ini akan memanggil file contoh28.php untuk
mengolah variabel yang dimasukkan. Sehingga untuk menggunakan aplikasi ini
secara default digunakan 2 buah file, yang pertama adalh file untuk form (dapat
dibuat dengan HTML) dan kedua file untuk mengolah data yang didefinisikan
secbagai action(berupa file PHP).
Sedangkan method digunakan untuk menyatakan metode pengiriman apa yang
digunakan GET atau POST.
·
Metode
GET merupakan metode pengiriman sederhana yang melewatkan variabel melalui nama
URL dari aplikasi web, sehingga nilai yang dikirim akan terlihat oleh client.
Hal ini untuk memudahkan client tahu apakah nilai yang dimasukkan sudah dikirim
dengan benar. Tetapi metode ini sangat riskan untuk data-data yang bersifat
rahasia, kecuali menggunakan metode enskripi tertentu untuk menyatakan data
yang bersifat rahasia, hal ini banyak digunakan dalam aplikasi web saat ini.
·
Metode
POST merupakan metode pengiriman variabel secara langsung tanpa menggunakan
nama URL, sehingga client tidak dapat melihat variabel apa yang dikirimkan.
Secara default metode ini lebih aman, tetapi keamanan ini masih mempunyai celah
yang tidah terhindari yaitu terbukanya protokol HTTP yang dapat digunakan oleh
para pengganggu untuk mengganggu aplikasi web yang dibuat.
Contoh 2.8:
Penggunaan metode GET. Untuk itu menggunakan file contoh28.html sebagai
form dan contoh28.php sebagai action.
--------------------------------File
contoh28.html ------------------------------------------
<html>
<head>
<title>Variabel Dalam
PHP</title>
</head>
<body>
<center>
Cyber
Room<br><br><br>
</center>
Masukkan
nama dan umur anda:<br><br>
<form
action="contoh28.php" method="GET">
Nama : <input type=text
name=nama><br>
Umur : <input type=text
name=umur><br><br>
<input type=submit
name=submit value="Masuk">
<input type=reset
name=reset>
</form>
</body>
</html>
--------------------------------File
contoh28.php ------------------------------------------
<html>
<head>
<title>Variabel Dalam
PHP</title>
</head>
<body>
<center>
<?
echo "Selamat datang
$nama<br>";
if($Umur<17)
echo "Maaf anda belum berumur
17<br>";
else
echo "Selamat bergabung dengan Cyber
Room<br>"
?>
</body>
</html>
Hasilnya adalah sebagai berikut


Gambar
11.8. Tampilan contoh 8
Pada gambar 11.8.
terlihat pada nama URL (tanda merah) bahwa yang dimasukkan adalah nama=basuki,
umur=23 dan submit=submit. Hal ini terjadi karena pemakaian method GET. Bila
method pada file contoh28.html diganti dengan POST sebagai berikut:
<html>
<head>
<title>Variabel Dalam
PHP</title>
</head>
<body>
<center>
Cyber
Room<br><br><br>
</center>
Masukkan
nama dan umur anda:<br><br>
<form
action="contoh28.php" method="POST">
Nama : <input type=text
name=nama><br>
Umur : <input type=text
name=umur><br><br>
<input type=submit
name=submit value="Masuk">
<input type=reset
name=reset>
</form>
</body>
</html>
perhatikan
hasilnya adalah sebagai berikut:

Gambar 11.9. Contoh dengan method POST
Pada hasil parsing variabel, tidak terlihat nilai dari setiap variabel pada
nama URL, sehingga client tidak dapat melihat nilai apa yang dikirimkan. Hal
ini akibat dari pemakaian method POST.
Contoh 9:
Membuat kalkulator sederhana, dengan form ditulis dalam file contoh29.html
dan action pada contoh29.php sebagai berikut:
--------------------------------File
contoh29.html ------------------------------------------
<html>
<head>
<title>Variabel Dalam
PHP</title>
</head>
<body>
<center>
Cyber
Room<br><br><br>
</center>
Masukkan
nama dan umur anda:<br><br>
<form
action="contoh29.php" method="GET">
bilangan 1 = <input
type=text name=bil1><br>
bilangan 2 = <input
type=text name=bil2><br><br>
<input type=submit
name=tambah value="tambah">
<input type=submit
name=kurang value="kurang">
<input type=submit
name=kurang value="kali">
<input type=reset
name=reset>
</form>
</body>
</html>
--------------------------------File
contoh29.php ------------------------------------------
<html>
<head>
<title>Variabel Dalam
PHP</title>
</head>
<body>
<center>
<?
if($tambah=="tambah")
{
$hasil=$bil1+$bil2;
echo "$bil1 + $bil2 =
$hasil<br>";
}
if($kurang=="kurang")
{
$hasil=$bil1-$bil2;
echo "$bil1 - $bil2 =
$hasil<br>";
}
if($kali=="kali")
{
$hasil=$bil1*$bil2;
echo "$bil1 * $bil2 =
$hasil<br>";
}
?>
</body>
</html>
Hasilnya adalah sebagai berikut:


Gambar 11.10. Tampilan contoh 9
Bab 12
Manipulasi
Gambar Dengan Photoshop
Di dalam bab ini, akan dibahas mengenai penggunaan aplikasi Adobe Photoshop
untuk manipulasi image. Materi yang dibahas dikelompokkan menjadi 7 bagian sebagai
berikut:
(1)
Area Kerja Photoshop (ToolBox): mengenai user interface Adobe Photoshop
secara umum dan fungsi-fungsi tools pada toolbox Photoshop, area kerja
Photoshop, viewing image, penggunaan history palette, rulers, guides, measure
tool.
(2)
Manipulasi Warna mengenai pengaturan warna image (brightness/contrast,
level, saturation, dsb), penggunaan eyedropper, color sampler tool, dan tools
terkait lainnya.
(3)
Selection mengenai cara melakukan selection image, penggunaan marquee,
lasoo tool, dan tools terkait lainnya.
(4)
Menggambar dan Manipulasi Path mengenai cara penggunaan pen tools dan tools
sejenis untuk menggambar dan manipulasi path
(5)
Transformation dan Retouching mengenai pengubahan ukuran image dan canvas,
transformasi bentuk image, cloning, memperbaiki image, dan penggunaan tools
yang terkait.
(6)
Layer dan Masking mengenai penggunaan layer dan masking
(7)
Filter dan Membuat Special Effect mengenai penggunaan filter dan membuat
special effect pada image.
12.1. Area Kerja

Gambar 12.1. Tampilan dan Area Kerja Photoshop
Keterangan:
- Toolbox
- Tool Option Bar
- Menu
- Status Bar
- Berbagai jenis palette, yang aktif dari atas ke bawah: navigation palette, color palette, history
- palette, dan layer palette
- Palette Well (hanya tampak apabila resolusi layar di atas 800 x 600)
12.1.A. Toolbox
Toolbox berisi berbagai macam tools yang digunakan untuk melakukan
manipulasi image.
12.1.B. Tool Option Bar
Hampir semua tool pada Toolbox memiliki options yang ditampilkan pada Tool
Option Bar. Options tersebut digunakan untuk mengatur nilai parameter dari tool
yang sedang aktif/dipilih. Gambar 12.2 adalah contoh tampilan tool option bar
jika tool Magic Wand pada toolbox (shortcut keyboard: W) diaktifkan:
Gambar 12.2. Tool Option Bar
Setelah nilai parameter pada tool option bar diubah-ubah (misalnya nilai
Tolerance), kita dapat mengembalikannya lagi menjadi nilai default (nilai
semula). Yaitu dengan klik icon yang ada di bagian paling kiri tool option bar,
kemudian klik tombol . Pada context menu yang muncul, pilih Reset Tool untuk
mengembalikan nilai default dari tool yang sedang dipilih. Apabila ingin
mengembalikan nilai default semua tools di toolbox, pilih Reset All Tools.
Untuk jelasnya bisa dilihat pada gambar 12.3.

Gambar 12.3. Reset All Tool
Apabila ingin menyembunyikan/menampilkan Tool Option Bar, Pilih Menu Window,
kemudian klik pada item menu Options untuk menghilangkan atau
mengaktifkan tanda check-nya.

Gambar 12.4. Check Option untuk mengaktifkan Window Option
12.1.C. Menu
Berikut adalah menu-menu yang terdapat pada Adobe Photoshop 8.0:
- File untuk manipulasi file seperti menyimpan, membuka, export, import, dan cetak.
- Edit untuk proses editing secara umum seperti cut, copy, paste, transform image, serta untuk mengatur preferences Adobe Photoshop.
- Image berisi editing image untuk mengatur warna, hue/saturation, brightness/contrast, ukuran, dsb.
- Layer untuk manajemen layer pada image, seperti menambah layer, menghapus, menambah efek pada layer, serta masking.
- Select untuk pemilihan obyek gambar (selection image).
- Filter untuk menggunakan filter-filter yang terinstall pada Photoshop yang dapat digunakan untuk memberi efek tertentu pada gambar.
- View digunakan untuk pengaturan view seperti zooming image, menampilkan skala, dan sebagainya.
- Window digunakan untuk pengaturan window
- Help digunakan untuk menampilkan help Adobe Photoshop.
12.1.D. Status Bar
Status bar berisikan keterangan mengenai tool di toolbox yang sedang aktif,
serta keterangan image yang sedang aktif. Status bar pada Photoshop dapat ditampilkan/disembunyikan
dengan memilih menu Window > Status Bar. Untuk lebih memahami
kegunaan status bar, bisa praktekkan sbb:
1)
Buat dokumen baru, dengan memilih menu File > New... (shorcut
keyboard: Ctrl+N). Akan keluar dialog seperti gambar 12.5, isikan
nilai2nya seperti pada gambar 1.5 dan kemudian klik tombol Ok.
2) Tahan tombol Alt, kemudian klik
kiri pada status bar, akan terlihat keterangan dokumen image yang sedang aktif.
3) Apabila kita perhatikan gambar
12.6.B, Paint Bucket Tool kebetulan sedang aktif, dan pada status bar nya
terdapat juga keterangan dari tool tersebut. Untuk jelasnya silakan baca pada
keterangan gambar yang ada di bawah gambar 12.6.

Gambar 12.5. Pembuatan dokumen baru

Gambar 12.6. Pembukaan dokumen baru
Keterangan:
- Skala tampilan pada kanvas (view area image) (gambar 1.6.G), pada gambar menunjukkan skala ampilan adalah 100%
- Paint Bucket Tool pada toolbox sedang aktif
- Informasi/Keterangan tentang dokumen yang sedang aktif di kanvas (view area image).
- Informasi/Keterangan tentang dokumen yang sedang aktif di kanvas (view area image). Untuk enampilkan, tekan Alt+Klik atau Ctrl+Klik pada (gambar 1.6.C) .
- Digunakan untuk mengubah informasi/keterangan pada (gambar 1.6.C)
- Penjelasan singkat mengenai tool yang sedang aktif (pada contoh ini Paint Bucket Tool)
- View area image atau kanvas, merupakan area dokumen image yang sedang kita edit.
12.1.E. Palette
Palette Photoshop berguna untuk memudahkan dalam navigasi maupun editing
image. Untuk menyembunyikan/menampilkan palette, digunakan menu Window,
kemudian pilih palette yang ingin disembunyikan/ditampilkan.
12.1.F. Palette Well
Palette well digunakan untuk memudahkan dalam pengaturan palette. Namun
palette well hanya tersedia jika resolusi layar lebih besar dari 800 x 600
(resolusi minimal yang disarankan adalah 1024 x 768). Apabila suatu palette
diletakkan di palette well, maka palette akan bersifat tersembunyi. Ketika
title dari palette diklik, barulah palette akan ditampilkan. Jika area di luar
palette di klik, maka palette tersebut akan tersembunyi kembali.
Untuk menyimpan palette ke dalam palette well, seret (drag) tab palette ke
dalam palette well hingga palette well ter-highlight.(Gambar 12.7,
memperlihatkan palette tab navigator di-drag ke palette well)

Gambar 12.7 Palette Well
12.2.
Toolbox
Berikut ini akan dijelaskan mengenai fungsi dari masing-masing tools yang
terdapat pada toolbox Adobe Photoshop 8.0. Untuk cara penggunaan lebih detil
masing-masing tools akan dijelaskan secara terpisah pada bagian selanjutnya.

Gambar 12.8. Toolbox
Keterangan:
A. Marquee tool
B. Move tool
C. Lasso tool
D. Magic Wand tool
E. Crop tool
F. Slice tool
G. Patch tool
H. Brush tool
I. Stamp tool
J. History Brush tool
K. Eraser tool
L. Paint Bucket tool
M. Sharpen tool
N. Burn tool
O. Path Selection tool
P. Type tool
Q. Pen tool
R. Custom Shape tool
S. Notes tool
T. Eyedropper tool
U. Hand tool
V. Zoom tool
12.2.A. Marquee Tool
|
|
Rectangular Marquee (Shortcut keyboard: M, atau Shift + M)
untuk membuat area selection berbentuk segi empat.pada gambar.
|
|
|
Elliptical Marquee (Shortcut keyboard: M, atau Shift + M)
untuk membuat area selection berbentuk elips atau lingkaran pada gambar.
|
|
|
Single Row Marquee untuk membuat area selection satu baris pada gambar
(ukuran tinggi selection adalah 1 pixel)
|
|
|
Single Column Marquee untuk membuat area selection satu kolom pada gambar
(ukuran lebar selectionadalah 1 pixel).
|
12.2.B. Move Tool
|
|
(Shortcut keyboard: V) Digunakan untuk menggeser/memindah
selection, layers, dan guides.
|
12.2.C. Lasoo Tool
(Shortcut keyboard: L, atau
Shift + L untuk mengubah jenis Lasoo)
|
|
Lasoo digunakan untuk
membuat area selection dengan bentuk bebas
|
|
|
Polygonal Lasoo
digunakan untuk membuat area selection berbentuk poligon
|
|
|
Magnetic Lasoo digunakan untuk membuat area selection dengan cara menempelkan
tepi selection pada area tertentu pada image.
|
12.2.D. Magic Wand Tool
|
|
(Shortcut keyboard: W) Digunakan untuk membuat area selection yang
memiliki warna serupa. Perbedaan toleransi warna dapat diatur pada tool
option bar.
|
12.2.E. Crop Tool
|
|
(Shortcut keyboard: C)
Digunakan untuk memangkas image (memotong dan membuang area tertentu dari
image)
|
12.2.F. Slice Tool
(Shortcut keyboard: K,
atau Shift + K untuk mengubah jenis slice)
|
|
Slice Tool digunakan
untuk membuat potongan-potongan gambar dari suatu gambar
|
|
|
Slice Select Tool
digunakan untuk memilih potongan pada suatu gambar
|
12.2.G. Healing Brush,
Patch, Color Replacement Tool
(Shortcut keyboard: J,
atau Shift + J mengubah tool)
|
|
Patch Tool digunakan
untuk mengecat/melukis pada area tertentu gambar dengan pola (pattern) atau
sample tertentu. Cocok untuk memberbaiki gambar yang rusak.
|
|
|
Healing Brush Tool
digunakan untuk mengecat/melukis gambar dengan pola atau sample tertentu.
Cocok untuk memperbaiki gambar yang agak rusak.
|
|
|
Color Replacement Tool
digunakan untuk mengecat/mewarnai gambar dengan pola warna tertentu.
|
12.2.H. Brush, Pencil Tool
(Shortcut keyboard: B,
atau Shift + B untuk mengubah tool)
|
|
Brush Tool digunakan
untuk melukis gambar dengan goresan kuas
|
|
|
Pencil Tool digunakan
untuk melukis gambar dengan goresan pencil
|
12.2.I. Stamp Tool (Shortcut keyboard: S,
atau Shift + S untuk mengubah jenis stamp)
|
|
Clone Stamp Tool
digunakan untuk melukis gambar dengan sample image tertentu
|
|
|
Pattern Stamp Tool
digunakan untuk melukis gambar dengan menggunakan pola tertentu
|
12.2.J. History Brush Tool
(Shortcut keyboard: Y,
atau Shift + Y untuk mengubah jenis)
|
|
History Brush Tool
digunakan untuk melukis gambar menggunakan snapshot atau state history dari
gambar 2.
|
|
|
Art History Tool
digunakan untuk melukis gambar menggunakan snapshot atau state history dari
gambar, dengan model artistik tertentu.
|
12.2.K. Eraser Tool
(Shortcut keyboard: E,
atau Shift + E untuk mengubah jenis eraser)
|
|
Eraser digunakan untuk
menghapus pixel gambar dan mengembalikannya ke state tertentu.
|
|
|
Background Eraser
digunakan untuk menghapus area tertentu gambar menjadi transparan.
|
|
|
Magic Eraser digunakan
untuk menghapus area tertentu gambar yang memiliki warna yang serupa menjadi
transparan dengan satu kali klik.
|
12.2.L. Paint Bucket,
Gradient Tool
(Shortcut keyboard: G,
atau Shift + G)
|
|
Paint Bucket Tool
digunakan untuk mengecat area yang dipilih dengan warna foreground atau pola
tertentu.
|
|
|
Gradient Tool digunakan
untuk mengecat area yang dipilih (selected area) dengan perpaduan banyak
warna.
|
12.2.M. Blur, Sharpen,
Sharpen Tool
(Shortcut keyboard: R,
atau Shift + R)
|
|
Blur Tool digunakan
untuk menghaluskan/mengaburkan area tertentu pada gambar.
|
|
|
Sharpen Tool digunakan
untuk menajamkan area tertentu pada gambar.
|
|
|
Smudge Tool digunakan
untuk menggosok/mencoreng area tertentu pada gambar
|
12.2.N. Dodge, Burn,
Sponge Tool
(Shortcut keyboard: O,
atau Shift + O)
|
|
Dodge Tool digunakan
untuk menerangkan warna di area tertentu pada gambar
|
|
|
Burn Tool digunakan
untuk menggelapkan warna di area tertentu pada gambar
|
|
|
Sponge Tool digunakan
untuk mengubah saturation di area tertentu pada gambar
|
12.2.O. Path Selection
Tool
(Shortcut keyboard: A,
atau Shift + A untuk mengubah jenis)
|
|
Path Selection Tool
digunakan untuk melakukan selection path
|
|
|
Direct Selection Tool
digunakan untuk mengubah anchor dan direction point dari path.
|
12.2.P. Type tool
(Shortcut keyboard: T,
atau Shift + T untuk mengubah jenis)
|
|
Horizontal Type Tool
digunakan untuk membuat tulisan secara horizontal
|
|
|
Vertical Type Tool
digunakan untuk membuat tulisan secara vertikal
|
|
|
Horizontal Type Mask
Tool digunakan untuk membuat selection berbentuk tulisan secara horizontal
|
|
|
Vertical Type Mask Tool
digunakan untuk membuat selection berbentuk tulisan secara vertikal
|
12.2.Q. Pen Tool
|
|
Pen Tool (Shortcut
keyboard: P, atau Shift + P) digunakan untuk membuat
path dengan lengkung-lengkung yang halus
|
|
|
Freeform Pen Tool
(Shortcut keyboard: P, atau Shift + P) digunakan untuk
membuat path berbentuk bebas
|
|
|
Add Anchor Point Tool
digunakan untuk menambah anchor point pada path
|
|
|
Delete Anchor Point Tool
digunakan untuk menghapus anchor point tertentu pada path
|
|
|
Convert Point Tool
digunakan untuk mengubah anchor dan direction point tertentu pada path
|
12.2.R. Shape Tool
(Shortcut keyboard: U,
atau Shift + U untuk mengubah jenis)
|
|
Rectangle Tool digunakan
untuk menggambar bentuk segi empat
|
|
|
Rounded Rectangle Tool
digunakan untuk menggambar segi empat melengkung
|
|
|
Ellipse Tool digunakan
untuk menggambar ellipse
|
|
|
Polygon Tool digunakan
untuk menggambar polygon
|
|
|
Line Tool digunakan
untuk menggambar garis lurus
|
|
|
Custom Shape Tool
digunakan untuk menggambar bentuk tertentu dari daftar bentuk yang dapat
dipilih pada option bar
|
12.2.S. Notes Tool
(Shortcut keyboard: N,
atau Shift + N untuk mengubah jenis)
|
|
Notes Tool digunakan
untuk membuat catatan pada gambar
|
|
|
Audio AnnotationTool
digunakan untuk membuat suara/audio pada gambar
|
12.2.T. Eyedropper,
Measure Tool
(Shortcut keyboard: I,
atau Shift + I untuk mengubah jenis)
|
|
Eyedropper Tool
digunakan untuk mengambil sample warna pada gambar untuk warna foreground
|
|
|
Color Sampler Tool
digunakan untuk mengambil berbagai sample warna pada gambar
|
|
|
Measure Tool digunakan
untuk mengukur jarak atau sudut pada gambar
|
12.2.U. Hand Tool
|
|
(Shortcut keyboard: H)
Digunakan untuk menggeser/memindah bidang pandang gambar di dalam kanvas.
|
12.2.V. Zoom Tool
|
|
(Shortcut keyboard: Z)
Digunakan untuk memperbesar atau memperkecil tampilan gambar.
|
12.3. Latihan Melakukan
Resample Gambar
·
Buka gambar, pilih sebuah file gambar

Gambar 12.9 Contoh gambar
·
Pilih Image > Image size untuk menampilkan kotak dialog.
·
Pilih kotak cek Resample Image untuk mengubah nilai resolution dan nilai Width
dan Height.
·
Ubah nilai Width dan Height.
·
Klik OK.
12.4
Mengubah Ukuran Cetak
Jika ingin mengubah tampilan pada halaman, dan tidak ingin mengubah jumlah
pixel pada halaman, ubah resolusi agar dapat mencetak gambar lebih besar atau
lebih kecil tanpa menambah atau mengurangi satu pixelpun.
·
Buka gambar
·
Pilih Image > Size.
·
Matikan resample image agar tidak ada pixel yang dipengaruhi pada saat
mengubah ukuran gambar.
·
Ubahlah setting ukuran output dengan memilih resolusi ideal pada table
berikut ini.
·
Klik OK.
Tabel 12.1. Beberapa
ukuran cetak standar
|
Printer
|
Resolusi Ideal
|
Batas Minimal
|
Batas Maksimal
|
|
Print Laser 300 ppi
|
120 ppi
|
90 ppi
|
150 ppi
|
|
Print Laser 600 ppi
|
180 ppi
|
135 ppi
|
225 ppi
|
|
Newsprint
|
180 ppi
|
135 ppi
|
225 ppi
|
|
Coated Magazine Stock
|
267 ppi
|
200 ppi
|
330 ppi
|
|
Printer InkJet Warna
|
300 ppi
|
240 ppi
|
400 ppi
|
|
Super-fine coated stock
|
350 ppi
|
260 ppi
|
440 ppi
|
12.5
Memutar Canvas.
Digunakan untuk menampilkan submenu yang berisikan pilihan untuk memutar
atau membalik gambar. Berikut ini submenu dari Rotate canvas :
- 180o : memutar gambar yang terbalik agar kembali
pada kakinya, Alt + I, E, 1.
- 90o CW :
memutar gambar 90 derajat searah jarum jam, Alt + I, E, 9.
- 90o CCW : memutar
gambar 90 derajat berlawanan jarum jam, Alt + I, E, 0)
- Arbiritary : meluruskan
gambar.
- Flip horizontal : memperbaiki
teks yang terbalik (alt + I + E + H).
- Flip vertikal : membalik
bagian atas dan bawah gambar (alt + I, E, V)

Gambar 12.10 Memutar gambar 180o, 90o CW dan 90o
CCW
12.6 Memotong Detail Gambar Yang Tidak Perlu
Tool Crop berfungsi untuk memotong sisa gambar atau elemen latar belakang
yang tidak perlu.
·
Klik Icon tool crop (tekan C)
·
Gambar batas crop, geser di dalam jendela gambar untuk membuat sebuah segi
empat di sekitar bagian gambar yang ingin dipertahankan
·
Geser dalam batasan crop untuk memindahkannya.
·
Geser tangkai untuk mengubah ukuran batasan gambar, tekan shift dan geser
untuk mengubah ukurannya secara profesional.
·
Geser di luar batas crop untuk menegakkan dan memotong gambar dalam satu
operasi.
·
Titik pemotongan akan menjadi titik pusat perputaran jika menggeser tangkai
dengan alt atau option.
·
Klik tanda cek pada baris pilihan, pilih Image-Crop-Klik ganda dalam
batas crop tekan enter.

Gambar 9.11 Memotong detail gambar
12.7
Menambahkan copyright & URL.
Cara lain menambahkan cap pribadi ke dalam gambar adalah dengan pernyataan
hak cipta atau copyright.
·
Pilih file info, pada PC tekan
Alt+F lalu I.
·
Ketikkan caption, pada field
Caption ketikkan apa saja mulai dari satu kalimat hingga beberapa paragraf
mengenai gambar anda.
·
Masukkan pernyataan hak
cipta, bentuk standar adalah simbol/tanggal/pemegang hak cipta, seperti misalnya
“© 2001 Type & Graphics, Inc.”
·
Ketikkan URL, jika anda
memiliki situs internet, ketikan alamatnya (dikenal dengan istilah Universal
Resource Locator) pada kotak image URL. Ketikkan alamat lengkapnya,
seperti : http://www.press.eeepis-its.edu.
·
Klik OK, simpan gambar
anda dalam format apa saja.
12.8. Membuat
Spesial Efek dengan Photoshop
Pada bagian ini kita akan mengaplikasikan photoshop pada pembuatan efek
khusus. Efek ini berguna untuk mempercantik gambar yang kita olah. Bukan itu
saja, kita bisa menciptakan bermacam gambar digital yang unik. Kreativitas
adalah kuncinya.
12.8.1. Membuat
Efek Lukisan
Efek lukisan sangat
populer dan sering digunakan, karena merupakan trik yang ampuh sekaligus dapat
membuat foto menjadi lebih artistik.
Adapun langkah-langkahnya adalah :

- Buka Gambar
- Ubah layer background menjadi mode normal dengan klik ganda
- Klik : Filter > Artistik > Dry Bush
- Pada palet layer klik tombol : Add layer mask. Akan muncul ikon layer mask berwarna putih di samping kanan layer tumbnail pada palet layer.
- Klik layer mask, kemudian pilih menu : Image > Adjustment Invert atau tekan Crtll+I untuk menjadikan layer mask tersebut menjadi berwarna hitam.
- Pastikan warna foreground putih pada Toolbox dan klik Brush tool, pilih bentuk sapuan kuas yang diinginkan pada palet Brushes, agar lebih artistik pilih bentuk kuas dekokratif.
- Sapukan Tool dan hasil image akan muncul secara otomatis sesuai bentuk sapuan kuas.
- Tambahkan Filter > Texture > Texturize untuk memberi kesan kasar pada permukaannya.
12.8.2. Membuat
Efek Rintik Hujan
Efek rintik hujan sering
digunakan untuk membuat efek pemandangan dan
dapat membuat foto menjadi lebih artistik. Adapun langkah-langkahnya
adalah :


- Buka Gambar
- Klik : Filter > Noise > Add Noise. Dalam kotak dialog Add Noise masukkan nilai Amount sesuai kebutuhan, antara 100 hingga 400% tergantung seberapa banyak efek hujan yang akan diterapkan.
- Pada menu distribution pilih Gaussian, aktifkan kotak cek Monochrome.
- Klik OK
- Tambahkan : Filter > Blur > Motion Blur, masukkan angle antara 50 hingga 65 derajat, Distance antara 20 hingga 60px.
- Klik OK
12.8.3. Menggunakan
Masking
Mask berguna untuk menyembunyikan sementara
sebagian area pada layer. Teknik ini berguna saat kita menggabungkan beberapa
elemen image dalam komposisi disain. Kita dapat menghapus sebagian area image
yang tidak diinginkan tanpa kehilangan image aslinya, dengan layer ini kita
juga bisa membuat efek gradasi. Adapun langkah-langkahnya adalah :
- Klik : Select > Deselect atau tekan Crtl+D untuk menghilangkan seleksi area pada image
- Pada palet layer, pilih layer yang akan kita tambahkan mask
- Untuk membuat mask dengan menampilkan keseluruhan bagian layer, klik tombol New Layer Mask pada palet layer atau pilih Layer > Add Layer Mask > Reveal All
- Untuk membuat mask dengan menyembunyikan keseluruhan bagian layer, Alt+Klik tombol New Layer Mask atau pilih Layer > Add Layer Mask > Hide All
- Untuk membuat mask dengan menampilkan bentuk seleksi setelah membuat seleksi, klik tombol New Layer Mask
- Untuk mengedit Layer Mask, pilih Brush Tool, gunakan warna foreground putih untuk mengurangi area mask, hitam untuk menambah area mask, dan abu-abu untuk membuat mask transparan

12.8.2. Membuat
Efek Teks Bergerak
Efek teks bergerak sering
digunakan untuk membuat penampilan teks menjadi lebih menarik dan artistik.
Adapun langkah-langkahnya adalah :

- Buat dokumen berwarna hitam , Width : 800 px , Height : 600 px, Color Modenya : RGB. Horizontal Type Tool, buat teks : CEPAT
- Klik : Layer > Rasterize > Type, Duplikasi layer tersebut , beri nama angin
- Urutannya dari atas ke bawah : layer CEPAT, ANGIN, dan Background
- Sembunyikan layer ‘CEPAT’ , aktifkan layer ‘ANGIN’
- Klik : Filter > Stylize > Wind, metode yang dipakai : Wind, Direction di isi : From The Right. Lakukan dua sampai tiga kali
- Aktifkan layer ‘CEPAT’, klik : Layer > Layer Style > Gradient Overlay
- Pilih kombinasi warna gradient yang diinginkan
- Tambahkan Stroke dengan warna hitam. Terapkan Wind dua kali
- Untuk menggabungkan ke dua layer gunakan : Ctrl+E
- Klik : Edit > Transform > Skew, akan muncul box dengan 8 handle, geser handle ke tengah atas kanan, hal ini akan membuat teks miring. Tekan Enter.
Bab 13
Membuat Gambar 3D
Menggambar 3 dimensi adalah sesuatu
yang menarik untuk dibahas, karena hasilnya bisa dikatakan lebih menggambarkan
keadaan nyata dari ruang dimensi manusia. Perkembangan teknologi kemputer saat
ini sudah sangat mencukupi untuk keperluan menggambar 3D bahkan sampai pada
animasi 3D atau video 3D. Pemakaian grafik 3D ini dirasakan mempunyai nilai
sendiri hal ini bisa ditarik dari banyaknya video-video dan aplikasi-aplikasi
yang menawarkan fasilitas 3D. Sebut saja film yang cukup banyak menggunakan
efek 3D seperti Spy Kids 3D, Barbie bahkan anime 3D yang banyak beredar di
pasar video. Software game adalah yang pertama kali memanfaatkan 3D, saat ini
bisa dikatakan gamae yang bukan 3D sudah tidak laku di pasar game, mulai dari
game Action seperti Strike Fighter, 3D Police dan Taken, Strategi seperti Age
of Empire dan Age of Mitology sampai simulasi seperti SIM, semuanya menggunakan
fitur 3D.
Untuk menggambar 3D di komputer, saat
ini sudah tersedia banyak software yang mempunyai fasilitas 3D. Di antara
software-software tersebut, yang banyak digunakan antara lain 3D Studio Max,
AutoCAD dan Maya. Ketiga software ini memiliki fitur dasar yang bisa dikatakan
sama, dengan fitur-fitur tambahan yang berbeda. Masing-masing mempunyai
penggemar yang tidak bisa dibandingkan. Dalam modul ini software yang digunakan
adalah 3D Studio Max dengan sistem operasi Windows XP.
3D Studio Max merupakan software yang
powerfull di dalam menggambar model 3D dengan fasilitas yang lengkap dan mudah
digunakan. Hasilnya cukup memuaskan. Bahkan ada fitur animasi dalam software
ini yang memungkinkan pembuatan animasi 3D secara langsung.
13.1 Mengenal 3D Studio Max
3D Studio Max adalah software grafis
yang dibuat oleh AutoDesk untuk memadukan grafik vektor dan gambar raster dalam
menghasilkan gambar-gambar 3D yang kelihatan realistik. Hasil 3D studio Max ini
bisa berupa model gambar 3D atau animasi 3D yang tersimpan dalam bentuk file
dengan nama ekstensi .avi maupun .mov. Beberapa kelebihan dari 3D Studio Max
ini antara lain:
·
Obyek gambar 3D yang realistik
·
Kemudahan
antar muka dalam membuat model gambar 3D
·
Kelengkapan antar muka
·
Kompatibilitas hasil gambar
dengan program grafis dan animasi yang lain. Ini terlihat bahwa hasil 3D studio
max ini dapat dijalankan di Macromedia Flash, Adobe Premeire dan Ulead Video
Studio.
3D studio max merupakan software standard di dalam 3D
modeling dalam dunia desain grafis, animasi dan video editing. Hal ini
disebabkan karena 3D studio max dapat menghasilkan format grafik vektor dan
animasi vektor yang dapat dikenali oleh banyak software grafik lainnya.
Sehingga 3D studio max mempunyai segmen yang berbeda di dunia desain grafis
yaitu 3D modeling.
Kebutuhan spesifikasi sistem komputer untuk menjalankan 3D
Studio Max 5.1 memang cukup tinggi
mengingat bahwa 3D studio max adalah software graphis 3D, yaitu:
·
Processor
minimal P3 500MHz, disarankan yang lebih tinggi.
·
RAM
minimum 256 MB, disarankan 512 MB untuk dapat digabungkan dengan program
aplikasi video editing seperti adobe premeire
·
Video Graphics minimal 64MB,
disarankan 128 MB
·
Sistem operasi Windows 98, NT,
2000, atau XP
Kebutuhan sistem di atas, sebaiknya tidak menggunakan spesifikasi
minimum karena berakibat tidak jalannya beberapa fasilitas 3D studio max.
13.2 Interface 3D studio Max
Interface antra muka 3D studio max sebenarnya merupakan
interface yang sangat baik dan lengkap, hanya saja bagi pemula mungkin cukup
menakutkan karena banyaknya item toolbar dan komponen yang ditampilkan. Tetapi
jangan khawatir karena ini nantinya akan sangat membantu dalam membangun model
grafik 3D.

Gambar 13.1. Interface antar muka 3d
studio max
Dari gambar 13.1. terlihat secara langsung
ditampilkan grafik dalam bentuk perspektif dan proyeksi (Top-atas, Front-depan
dan Left-samping kiri). Hal ini sangat membantu dalam membangun obyek grafik
3D, karena memungkinkan editing
grafik dari berbagai sisi gambar. Disamping itu
terdapat:
(1) Menu, yang letaknya di bagian paling atas.
(2) Toolbar, yang letaknya di atas tepatnya
dibawah menu.
(3)
Viewport, tampilan perspektif
dan proyeksi dari grafik 3D
(4) Command Panel, yang letaknya di sebelah
kanan.
(5) Viewport, yang letaknya di sebelah kanan
bawah.
(6) Animation Control, yang letaknya di bawah
tepatnya sebelah kiri viewport.
13.3 Menu
Menu yang digunakan 3D studio
max adalah menu pulldown yang merupakan menu utama dari program 3d studio max,
yang memuat perintah-perintah pokok aplikasi seperti operasi file, editing,
render dan lain-lain.
Gambar 1.2. Tampilan menu 3d studio max
13.4 ToolBar
Toolbar ini merupakan menu
yang ditampilkan dalam bentuk tombol atau ikon untuk memudahkan penggunaan
program karena menggunakan bahasa gambar yang lebih informatif dan lebih mudah
dipahami oleh pengguna.
Gambar 13.3. Tampilan toolbar 3d studio max
13.5 Viewport
Viewport merupakan tampilan interaktif dari grafik 3D
dengan model perspektif dan proyeksi. Ada 4 bagian utama dalam viewport yaitu:
(1) TOP yang artinya obyek gambar terlihat
dari atas
(2) FRONT yang artinya obyek gambar terlihat
dari depan
(3) LEFT yag artinya obyek gambar terlihat
dari kiri
(4) PERSPECTIVE yang artinya gambar terlihat
utuh 3D dalam bentuk camera-view.
13.6 Command Panel
Command panel ini fungsinya
hampir sama dengan menu dan toolbar, bedanya adalah adanya parameter-parameter
yang memungkinkan editing grafik 3D dapat dilakukan dengan ukuran yang pasti. Command panel ini mempunyai enam buat tab yaitu:
(1)
Create: digunakan untuk
pembuatan obyek grafik 2D dan 3D
(2)
Modify: digunakan untuk
memodifikasi obyek grafik dengan mengubah parameter-parameter yang ada dalam
setiap modifikasi obyek grafik.
(3)
Hierarchy: digunakan untuk
mengatur jenis-jenis titik orientasi
(4)
Motion: digunakan untuk
mengatur animasi obyek
(5)
Display: digunakan untuk
mengatur obyek yang ditampilkan (visible)
dan yang disembunyikan (invisible).
(6)
Utility: digunakan untuk
fasilitas tambahan seperti [Asset Manager] untuk mengorganisasi obyek, [Motion
Capture] untuk menangkap gambar bergerak dalam bentuk frame-frame gambar dan
sebagainya.

Gambar 13.4. Tampilan viewport

Gambar 13.5. Command Panel
13.7 Animation Control
Animation control ini merupakan fasitias untuk mengatur
animasi obyek 3D yang banyak digunakan dalam video editing.

Gambar 13.6. Animaton Control
13.8 Viewport Control
Viewport control merupakan navigasi untuk memperbesar
tampilan gambar di viewport, memutar dan menggeser viewport (koordinat)
sehingga tampilan dapat dilihat lebih baik.

Gambar 13.7. Viewport Control
Di dalam viewport control ini ada 8 buah control yaitu:
(1) Zoom, mengubah ukuran secara manual
pada satu viewport
(2) Zoom All, mengubah ukuran secara
manual pada semua viewport
(3) Zoom Extend, mengubah ukuran secara
otomatis pada satu viewport
(4) Zoom Extend All, mengubah ukuran
secara otomatis pada semua viewport
(5)
Field on View, mengubah camera
view pada satu viewport
(6)
Pan, menggeser viewport atau
sumbu koordinat yang akan berakibat menggeser semua tampilan obyek grafik
(7)
Arc Rotate, memutar vewport
atau sumbu koordinat yang akan berakibat memutar semua tampilan obyek grafik
(8)
Min-Max Toggle, untuk
menampilkan satu viewport secara besar atau semua viewport.
13.9 Membuat
Obyek
Obyek dasar dalam grafik 3D dimulai dari obyek Shape dan obyek Geometri.
Bab ini akan menjelaskan bagaimana membangun obyek-obyek grafik dasar ini.
Untuk membangun obyek grafik dasar ini, anatar muka yang banyak digunakan
adalah [command panel] yang letaknya
pada keadaan standard ada di sebelah kanan dari tampilan 3d studio max.
![]() |
Gambar 13.8. Command Panel
13.10. Obyek Shape
Obyek shape digunakan untuk membangun obyek grafik 2D di
dalam ruang 3D seperti garis, lingkaran, ellips, Ngon, kotak, text, section,
bintang, donutdan helix. Pembuatan obyek grafik ini bisa menggunakan mouse
(drag) dan keyboard ( menuliskan setiap parameter grafis).

Gambar 13.9. Command Panel untuk Create Shape (Splines)
13.10.1. Membuat Garis
Pilih [create] >> [Shape] pada [command panel],
lalu pilih Line. Berikutnya tentukan posisi awal dan posisi akhir dengan mouse-drag. Posisi akhir dilakukan
dengan click kanan pada mouse. Fungsi line ini juga bisa digunakan untuk
membuat polyLine, dengan click pada setiap posisi titik penghubung dari
garis-grais yang dibentuk.
![]() |
Gambar 13.10. Cara membuat garis
13.10.2. Membuat Lingkaran
Pilih [create] >> [Shape] pada [command panel],
lalu pilih Circle. Tentukan posisi awal (click pertama kali) adalah posisi
pusat lingkaran kemudian drag sampai besarnya lingkaran sudah cocok. Atau bisa
meggunakan parameter yang ada di bagian bawah dari command panel yaitu dengan
memasukkan radius (jari-jari) dari lingkaran.
![]() |
Gambar 13.11. Cara drag membuat lingkaran
13.10.3. Membuat Arc
Arc (busur) adalah bentuk
lingkaran terpotong. Pilih [create] >> [Shape] pada [command panel], lalu
pilih Arc. Tentukan ttitik awal, tarik sampai besar arc sesuai dan gerakkan
mouse sampai arcnya terbentuk. Atau bisa menggunakan keyboard dengan memasukkan
parameter Radius, From (sudut awal) dan To ( sudut akhir) pada command panel. Misalkan
membuat arc dengan jari-jari 50, dari 0o sampai dengan 50o.
Gambar 13.12 menjelaskan teknik pembuatan arc dengan mouse atau dengan
keyboard.
![]() |
Gambar 13.12. Pembuatan arc dengan mouse
13.10.4. Membuat NGon
Ngon adalah gambar segi enam. Pilih [create] >> [Shape] pada [command panel], lalu pilih
Ngon. Tentukan titik awal dari traik untuk mendapatkan besar dari Ngon.

Gambar 13.13. Pembuatan Ngon
13.10.5. Membuat Text
Text dalam grafis digunakan untuk memperjelas informasi
gambar atau memang kandungan obyeknya sendiri.. Pilih [create] >> [Shape]
pada [command panel], lalu pilih
Text. Ketikkan
text yang akan dibuat pada property text
di command panel. Pastikan letaknya dengan click satu kali di mana text
tersebut akan diletakkan.


Gambar 13.14. Pembuatan Text
13.10.6. Membuat Section
Pilih [create] >> [Shape] pada [command panel], lalu pilih
Section. Tentukan posisi awal dan tarik seberapa besar section yang akan
dibuat.

13.10.7. Membuat Rectangle
(Kotak)
Bentuk kotak ini bentuk yang
sangat sederhana dan banyak digunakan dalam pengembangan grafis. Pilih [create] >> [Shape] pada [command panel], lalu pilih
Rectangle. Tentukan posisi awal dan posisi akhir dari kotak.


Gambar 13.16. Pembuatan kotak
13.10.8. Membuat Ellipse
Pilih [create] >> [Shape] pada [command panel],
lalu pilih Ellipse. Tentukan posisi awal ellipse dan gerakkan mouse sampai
terbentuk model ellipse yang diharapkan. Atau dengan cara mengubah nilai Length dan Width pada command panel.

Gambar 13.17. Pembuatan Ellipse
13.10.9. Membuat Donut
Pilih [create] >> [Shape] pada [command panel],
lalu pilih Donut. Tentukan titik pusat donut dengan click, kemudian drag sampai
besarnya ok, kemudian drag kembali untuk menentukan lingkaran dalam donut.


Gambar 13.18. Pembuatan Donut
13.10.10. Membuat Star (Bintang)
Pilih [create] >> [Shape] pada [command panel],
lalu pilih Star. Tentukan posisi awal
dengan click, drag sampai membentuk besarnya bintang, kemudian drag untuk
menentukan besarnya ttik-titik dalam dari bintang.

Gambar 13.19. Pembuatan Star
13.10.11. Membuat Helix
Helix identik dengan bentuk
tangga berputar. Untuk membuat helix, pilih [create] >> [Shape] pada
[command panel], lalu pilih Helix. Tentukan titik pusat helix dengan click,
drag untuk membentuk jari-jari helix dan kemudian drag untuk menentukan tinggi
helix.


Gambar 13.20. Pembuatan Helix
13.11 Obyek Geometry
Obyek geometry digunakan untuk membangun obyek grafik 3D
yang berupa:
(1)
Obyak dasar 3D (Standard
Primitive) seperti: box, sphere, cylinder, torus, teapot, Cone, Goeshpere,
Tube, Piramid dan Plane
(2)
Obyek 3D lebih lanjut (Extended
Primitive) seperti Hedra, Champerbox, Oiltank, Spindle, Gengon, RingWave,
Prism, Torus Knot, ChamperCyl, Capsule, L-ext,
C-ext dan Hose.
13.11.1. Membuat Box
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Standard
Primitive] pada [command panel], lalu pilih button Box. Tentukan panjang, lebar
dan tinggi dari box.


Gambar 13.21. Membuat Box
13.11.2. Membuat Sphere
(Bola)
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Standard
Primitive] pada [command panel], lalu pilih button Sphere. Tentukan titik pusat
dan jari-jari bola.

Gambar 13.22. Membuat bola
13.11.3. Membuat Cylinder
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Standard
Primitive] pada [command panel], lalu pilih button Cylinder. Tentukan titik pusat dan jari-jari
lingkaran, kemudian tentukan tinggi dari cylinder.

Gambar13.23. Membuat cylinder
13.11.4. Membuat Torus
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Standard
Primitive] pada [command panel], lalu pilih button Torus. Tentukan titik pusat,
jari-jari lingkaran luar dan jari-jari lingkaran dalam dari torus.

Gambar 13.24. Membuat Torus
13.11.5. Membuat Teapot
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Standard Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button Teapot. Tentukan titik pusat dan besar
dari teapot.

Gambar 13.25. Membuat Teapot
13.11.6. Membuat Cone
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Standard
Primitive] pada [command panel], lalu pilih button Cone. Tentukan titik pusat,
jari-jaring lingkaran, tinggi dan jari-jari lingkaran atas (kecil) dari cone.

Gambar 13.26. Membuat Cone
13.11.7. Membuat Tube
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Standard
Primitive] pada [command panel], lalu pilih button Tube. Tentukan titik pusat, lingkaran luar , lingkaran
dalam dan tinggi dari tube.

Gambar 13.27. Membuat Tube
13.11.8. Membuat Piramid
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Standard
Primitive] pada [command panel], lalu pilih button Pyramid. Tentukan titik awal
alas, titik akhir alas dan tinggi dari piramid.

Gambar 13.28. Membuat Piramid
13.11.9 Membuat Plane
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Standard Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button Plane. Tentukan titik pusat dan besar
dari plane.

Gambar 13.29. Membuat Plane
13.11.10 Membuat Hedra
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button Hedra.

Gambar 13.30. Membuat Hedra
13.11.11 Membuat CamferBox
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button CamferBox.

Gambar 13.31. Membuat CamferBox
13.11.12 Membuat OilTank
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button OilTank.

Gambar 13.32. Membuat OilTank
13.11.13 Membuat Spindle
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button Spindle.

Gambar 13.33. Membuat Spindle
13.11.14 Membuat Gengon
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button Gengon.

Gambar 13.34. Membuat Gengon
13.11.15 Membuat RingWave
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button RingWave.

Gambar 13.35. Membuat RingWave
13.11.16 Membuat Prisma
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button Prism.

Gambar 13.36. Membuat Prisma
13.11.17 Membuat TorusKnot
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button Torus Knot.

Gambar 13.37. Membuat Torus Knot
13.11.18 Membuat ChamferCyl
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button ChamferCyl.

Gambar 13.38. Membuat ChamferCyl
13.11.19 Membuat Capsule
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button Capsule.

Gambar 13.39. Membuat Capsule
13.11.20 Membuat L-Ext
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button L-Ext.

Gambar 13.40. Membuat L-Ext
13.11.21 Membuat U-Ext
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button U-Ext.

Gambar 13.41. Membuat U-Ext
13.11.22 Membuat Hose
Pilih [create] >> [Geometry] >> [Extended Primitive]
pada [command panel], lalu pilih button Hose.

Gambar 13.42. Membuat Hose
Pustaka
- Pohan, I.Husni,Pemrograman Web dengan HTML, Informatika Bandung, 2001
- www.infokomputer.com
- www.w3schools.com
- Achmad Basuki, “Web Application Project: e-Commerce”, Modul International Training Center, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, 2005.
- Christoper Jones, Alisaon Holloway, “The Underground PHP and Oracel® Manual”, e-Book Release 1.2, Oracle, 2006.
- Firman Arifin, Linda, “PHP Programming”, Modul Third Country Training, Politeknik Elekronika Negeri Surabaya, 2005.
- Firman Arifin, “Desain Homepage: HTML (Notepad Editor)”, Modul Training SAC, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, 2005.
- M. Syafii, “Panduan Membuat Aplikasi Database Dengan PHP 5, MySQL, PostgreSQL, Oracle”, Penerbit Andi Yogyakarta, 2005
- Achmad Basuki, Modul Training Design Garfik 3D Menggunakan 3d Studio Max, Bagian Kerjasama CC PENS-ITS








Tidak ada komentar :
Posting Komentar