Jumat, 07 Agustus 2015

Perintah Perintah Dasar Pada LINUX

INILAH 100 PERINTAH DASAR LINUX
  1. any_command –help : Menampilkan keterangan bantu tentang pemakaian perintah. “–help” sama dengan perintah pada DOS “/h”.
  2. Ls : Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linux perintah dir hanya berupa alias dari perintah ls. Untuk perintah ls sendiri sering dibuatkan alias ls –color, agar pada waktu di ls ditampilkan warna-warna sesuai dengan file-filenya, biasanya hijau untuk execute, dsb.
  3. Ls –al : Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar.
  4. Cd directory : Change directory. Menggunakan cd tanpa nama direktori akan menghantarkan anda ke home direktori. Dan cd – akan menghantarkan anda ke direktori sebelumnya.
  5. cp source destination : Mengopi suatu file
  6. mcopy source destination : Mengcopy suatu file dari/ke dos filesystem. Contoh mcopy a:autoexec.bat ~/junk . Gunakan man mtools untuk command yang sejenis : mdir, mcd, mren, mmove, mdel, mmd, mrd, mformat….
  7. mv source destination : Memindahkan atau mengganti nama file
  8. ln -s source destination : Membuat Simbolic Links, contoh ln -sf /usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X, membuat Simbolic link dari file XF86_SVGA ke X Membuat Simbolic Links, contoh ln -sf /usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X, membuat Simbolic link dari file XF86_SVGA ke X
  9. rm files : Menghapus file
  10. mkdir directory : Membuat direktori baru
  11. rmdir directory : Menghapus direktori yang telah kosong
  12. rm -r files : (recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux
  13. More : Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar.
  14. less filename : Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol “q” apabila ingin keluar,
  15. pico filename : Edit suatu text file.
  16. pico -w filename : Edit suatu text file, dengan menonaktifkan fungsi word wrap, sangat berguna untuk mengedit file seperti /etc/fstab.
  17. lynx file.html : Melihat file html atau browse ke net dengan text mode, dimana gambar/image tidak dapat ditampilkan, tapi lynx adalah suatu browser yang sangat cepat, sangat berguna bila anda hanya menginginkan suatu artikel tanpa image.
  18. tar -zxvf filename.tar.gz : Meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncompress file tersebut (*.tar.gz atau *.tgz), untuk meletakkannya direktori yg diinginkan tambahkan option -C direktori, contoh tar -zxvf filename.tar.gz -C /opt (meletakkan file tersebut di direktori /opt
  19. tar -xvf filename.tar : Meng-untar sebuah file tar yang tidak terkompress (*.tar).
  20. gunzip filename.gz : Meng-uncompress sebuah file zip (*.gz” or *.z). dengan menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika anda menginginkan mengompress file.
  21. bunzip2 filename.bz2 : Meng-uncompress file dengan format (*.bz2) dengan utiliti “bzip2″, digunakan pada file yang besar.
  22. unzip filename.zip : Meng-uncompress file dengan format (*.zip) dengan utiliti “unzip” yang kompatibel dengan pkzip for DOS.
  23. find / -name “filename” : Mencari “namafile” pada komputer anda dimulai dengan direktori /. Namafile tersebut mungkin saja berisi wildcard (*,?).
  24. locate filename : Mencari file dengan string “filename”. Sangat mudah dan cepat dari perintah di atas.
  25. Pine  : Email reader yang sangat mudah digunakan, dan menjadi favorit banyak pemakai mesin Unix. Atau anda bisa pakai email yang sangat customize, yaitu mutt ,
  26. talk username1 : Berbicara dengan keyboard dengan user lain yg sedang login pada mesin kita (atau gunakan talk username1@machinename untuk berbicara dengan komputer lain). Untuk menerima undangan percakapan, ketikkan talk username2. Jika seseorang mencoba untuk berbicara dengan anda dan itu dirasakan mengganggu, anda bisa menggunakan perintah mesg n untuk menolak pesan tersebut. Dan gunakan perintah who atau rwho untuk melihat siapa user yang mengganggu tersebut
  27. Mc : “Midnight Commander” sebagai file manager, cepat dan bagus.
  28. telnet server : Untuk menghubungkan komputer kita ke komputer lain dengan menggunakan protokol TELNET. Gunakan nama mesin atau Nomor IP mesin, dan anda akan mendapatkan prompt login name dari mesin tersebut, masukkan passwordnya, oh ya .. anda juga harus punya account di mesin remote tersebut. Telnet akan menghubungkan anda dengan komputer lain dan membiarkan anda untuk mengoperasikan mesin tersebut. Telnet sangat tidak aman, setiap yang anda ketik menjadi “open text”, juga dengan password anda! Gunakan ssh alih-alih telnet untuk mengakses mesin secara remote.
  29. rlogin server : (remote login) Menghubungkan anda kekomputer lain. Loginname dan password, tetapi apabila account anda tersebut telah dipakai, maka anda akan mendapatkan pesan kesalahan pada password anda. Sangat tidak aman juga, gunakan ssh sebagai gantinya.
  30. rsh server : (remote shell) Jalan lain untuk menghubungkan anda ke remote machine. Apabila login name/password anda sedang dipakai di remote mesin tsb, maka password anda tidak akan berlaku. Idem dengan rlogin, gantikan dengan ssh.
  31. ftp server : Ftp ke mesin lain, ini sangat berguna untuk mengopy file ke/dari remote mesin. Juga tidak aman, gunakan scp dari keluarga ssh sebagai gantinya.
  32. Minicom : Program Minicom (dapat dikatakan seperti “Procomm/Hyperterminal for Linux”).
  33. ./program_name : Menjalankan program pada direktori aktif, yang mana tidak terdapat pada PATH anda
  34. Xinit : Menjalankan X-window server (tanpa windows manager).
  35. Startx : Menjalankan X-window server dan meload default windows manager. Sama seperti perintah “win” under DOS dengan Win3.1
  36. startx — :1 : Menjalankan sesi X-windows berikutnya pada display 1 (default menggunakan display 0). Anda dapat menjalankan banyak GUI terminal secara bersamaan, untuk pindah antar GUI gunakan , , etc, tapi ini akan lebih banyak memakan memori.
  37. Xterm : (pada X terminal) ,menjalankan X-windows terminal. Untuk keluar ketikkan exit
  38. Xboing : (pada X terminal). Sangat lucu deh …., seperti games-games lama …..
  39. Gimp : (pada X terminal) Program image editor yang sangat bagus, bisa disamakan dengan Adobe Photoshop, yang membedakan adalah program ini gratis.
  40. Netscape : (pada X terminal) menjalankan netscape, versi pada waktu tulisan ini dibuat telah mencapai versi 4.7
  41. netscape -display host:0.0 : (pada X terminal) menjalankan netscape pada mesin yang aktif dan menampilkan outputnya pada mesin yang bernama host display 0 screen 0. Anda harus memberikan akses untuk mesin aktif untuk menampilkannya pada mesin host dengan perintah xhost
  42. shutdown -h now : (sebagai root) Shut down sistem. Umumnya digunakan untuk remote shutdown. Gunakan untuk shutdown pada konsol (dapat dijalankan oleh user).
  43. Halt : reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin. Lebih simple dari perintah di atas.
  44. man topic : Menampilkan daftar dari sistem manual pages (help) sesuai dengan topic. Coba man man. lalu tekan q untuk keluar dari viewer. Perintah info topic Manual pages dapat dibaca dilhat dengan cara any_command –help.
  45. apropos topic : Menampilkan bantuan manual berdasarkan topik..
  46. pwd : Melihat direktori kerja saat ini
  47. hostname : Menampilkan nama local host (mesin dimana anda sedang bekerja). Gunakan perintah netconf (sebagai root) untuk merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file /etc/hosts
  48. whoami : Mencetak login name anda
  49. id username : Mencetak user id (uid) atau group id (gid)
  50. date : Mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer, contoh merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57 dengan perintah; date 123123572000
  51. time : Melihat jumlah waktu yg ditangani untuk penyelesaian suatu proses + info lainnya. Jangan dibingungkan dengan perintah date
  52. who : Melihat user yang login pada komputer kita.
  53. rwho –a : Melihat semua user yg login pada network anda. Layanan perintah rwho ini harus diaktifkan, jalankan setup sebagai root untuk mengaktifkannya.
  54. finger username : Melihat informasi user, coba jalankan; finger root
  55. last : Melihat user sebelumnya yang telah login di komputer.
  56. Uptime : Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang, terhitung proses reboot terakhir.
  57. Ps : (=print status) Melihat proses-proses yang dijalankan oleh user
  58. ps axu : Melihat seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa terminal control, juga ditampilkan nama dari user untuk setiap proses.v
  59. top : Melihat proses yang berjalan, dengan urutan penggunaan cpu.
  60. uname –a : Informasi system kernel anda
  61. free : Informasi memory (dalam kilobytes).
  62. df –h : (=disk free) Melihat informasi pemakaian disk pada seluruh system (in human-readable form)
  63. du / -bh : (=disk usage) Melihat secara detil pemakaian disk untuk setiap direktori, dimulai dari root (in human legible form).
  64. cat /proc/cpuinfo : Cpu info. Melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not real files).
  65. cat /proc/interrupts : Melihat alamat interrupt yang dipakai.
  66. cat /proc/version : Versi dari Linux dan informasi lainnya
  67. cat /proc/filesystems : Melihat filesystem yang digunakan
  68. cat /etc/printcap : Melihat printer yang telah disetup
  69. lsmod : (as root) Melihat module-module kernel yang telah di load
  70. set : Melihat environment dari user yang aktif
  71. echo $PATH : Melihat isi dari variabel PATH. Perintah ini dapat digunakan untuk menampilkan variabel environmen lain dengan baik. Gunakan set untuk melihat environmen secara penuh.
  72. Dmesg : Mencetak pesan-pesan pada waktu proses boot. (menampilkan file: /var/log/dmesg).
  73. Clear : Membersihkan layar
  74. Adduser : Menambah pengguna
  75. alias : Untuk membuat alias dan menampilkan alias yang sudah diset sebelumnya.
  76. xhost:Perintah ini digunakan untuk memberi akses atau menghapus akses(xhost -) host atau user ke sebuah server X.
  77. xset: Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya.
  78. wall: Mengirimkan pesan dan menampilkannya di terminal tiap user yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan.
  79. unalias: Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan di atas, gunakan perintah: $ unalias dir
  80. su: Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.
  81. mesg: Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan
  82. man: Untuk menampilkan manual pageatau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.
  83. ls:  Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah
  84. fg :Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di foreground.
  85. grep : Global regular expresion parse atau grep adalah perintah untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan.
  86. wc: Word Count, menampilkan jumlah bytes, kata dan baris dalam suatu file .
  87.  vi: Teks editor vi.Syntax : vi [nama_file].
Beberapa perintah dasar vi yang banyak digunakan adalah : i : masuk ke mode INSERT, agar dapat melakukan pengetikan. dd : untuk menghapus sebanyak 1 baris. dnd : untuk menghapus sebanyak N baris. yyp : untuk meng-copy 1 baris penuh. [ESC] : untuk keluar dari mode yang sedang aktif. :w : untuk menyimpan file (w = write). :q : untuk keluar dari vi (q = quit). :wq : untuk menyimpan file dan langsung keluar dari vi (wq = write quit)Syntax : wc [options] nama_file
  1. su: Untuk berganti user aktif. Jika hanya menggunakan su saja maka diasumsikan user yang dituju adalah root.
  2. chgrp: Untuk mengganti grup pemilik suatu file atau direktori
  3. cal: Menampilkan kalender
  4. du: Menampilkan penggunaan kapasitas harddisk oleh suatu direktori.
  5. df: Menampilkan penggunaan partisi harddisk secara keseluruhan. df –h
  6. head: Secara default menampilkan 10 baris pertama pada suatu file. Jika ingin menampilkan jumlah baris yang berbeda dapat menggunakan option –n diikuti jumlah baris yang diinginkan.
  7. history: Menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya. Note: Linux memiliki fasilitas untuk menyimpan perintah-perintah yang pernah digunakan.
  8. init: Untuk mengganti run level. Note: Karena penggunaan run level adalah hal yang berpengaruh besar pada sistem, maka untuk melakukan ini harus menggunakan SUPER-USER atau yang memiliki kemampuan sama dengan root.
  9. ping: Untuk melakukan test konektivitas/hubungan antara dua komputer dalam suatu jaringan (LAN).
  10. logout: Untuk keluar dari sistem.
  11. Find : Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan.
  12. More :Mempaging halaman, seperti halnya less
  13. Zip : Perintah ini akan membuat dan menambahkan file ke dalam file arsip zip. Lihat juga perintah gzip dan unzip.
Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat gan........

Rabu, 05 Agustus 2015

pengertian operating sistem(sistem oprasi)

PENGENALAN DOS
Menurut arti kamus Komputer Operating Sistem berarti sistem operasi,
yaitu suatu sistem yang digunakan untuk melakukan operasi. Sistem ini
merupakan totalitas dari komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubung
karena satu maksud atau tujuan maka membentuk satu kesatuan yang utuh.
Operating Sistem (OS) adalah suatu program yang dibuat oleh pabrik
komputer yang berfungsi :
1. Mengatur peralatan infut dan output agar berfungsi sebagaimana mestinya.
2. Mengatur data-data yang masuk serta program aplikasi misalnya
memindahkan data dari RAM ke Disk atau Printer dan sebagainya.
Operating sistem yang menggunakan disk disebut Disk Operating Sistem
(DOS), sedangkan operating sistem yang menggunakan Magnetik tape sebagai
medianya disebut Tape Operating Sistem. Setiap komputer harus mempunyai
operating sistem, apakah dipadukan ke dalam ROM atau dimasukkan melalaui
Disk Drive.
B. BOOTING
Booting berarti membaca operating sistem yang berada di disk dan
meneruskan kememori komputer sehingga komputer dapat digunakan untuk
menerima perintah. Ada tiga file yang menentukan berhasil atau tidaknya
operating sistem yang dilakukan yaitu :
- IO. SYS
- MS DOS.SYS
- Command. Com
BOOTING ada dua macam yaitu :
1. Booting Dingin (Cool Boot)
Yaitu pembacaan ketiga file sistem (IO.SYS, MS DOS.SYS dan
Command. Com) pada saat komputer baru dinyalakan atau pada saat
menekan tombol POWER/ ON.
2. Booting Panas (Warm Boot)
Yaitu pembacaan ketiga file sistem (IO.SYS, MS DOS.SYS dan
Command. Com) pada saat komputer sudah dinyalakan caranya ada dua
yaitu :
o Dengan menekan tombol RESET atau
o Dengan menekan tombol ALT+CTR+DELETE secara bersamaan.
Langkah-langkah pembacaan ketiga file sistem tersebut adalah :
Apakah disket atau hardisk yang digunakan berisi file
IO.SYS dan MS DOS.SYS.
Jika tidak, maka muncul pesan :
No sistem Disk or disk Error
Replace and strike any key when ready
Apakah disket tersebut berisi file COMMAND. COM
Jika tidak , maka muncul pesan :
Bad or missing Command Interpreter.
Jika file sistem IO.SYS, MS DOS.SYS dan Command. Com ada,
maka muncul pengisisn tanggal dan waktu sebagai berikut :
Current date Thu 16-04-03
Enter new data (MM-DD-YY)
Current time is 03:45:14
Enter new time
: isi tanggal, bulan dan tahun
(Tekan Enter)
: isi jam, menit dan detik
(Tekan Enter)
Dalam pembahasan ini, anda hanya bekerja dalam fasilitas yang telah
disediakan oleh Windows Me, yaitu MS-Dos Prompt, untuk
menjalankannya dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Klik Start
Klik Programs, lalu sorot Accessories
Klik MS-DOS Prompt, maka akan terbuka lembar jendela MS-DOS
Prompt. Seperti pada gambar di bawah ini :
Setelah itu, maka muncul dalam lembar kerja MS-DOS Prompt
C:\WINDOWS>, Seperti pada gambar di bawah ini :
Bila anda bekerja pada Disket, maka anda harus pindah ke drive A
dengan mengetik C:\WINDOWS>A:\ Tekan Enter, maka anda tekah
aktif pada Drive A dengan menampilkan A:\> atau (A prompt), ini berarti
komputer siap menerima perintah atau instruksi yang akan dilaksanakan.
Sebagai contoh tampilan pada layar. Seperti pada gambar di bawah ini :
C. PERINTAH DISK OPERATING SISTEM
1. Internal Command (Perintah Dalam)
Perintah ini adalah perintah DOS yang biasa dikerjakan setelah
komputer di booting, tanpa memerlukan disket DOS itu sendiri .
Contoh Perintah-perintah Internal :
PERINTAH
DIR
CLS
DATE
TIME
KEGUNAAN
Menampilkan isi disk, total file dan sisa byte free dalam
disk.
Membersikan layar monitor
Menampilkan/ mengubah tanggal komputer
Menampilkan/ mengubah jam komputer
VER Menampilkan versi Dos yang sedang digunakan
VOL Menampilkan volume label disk
TYPE Menampilkan isi jenis ASCII
PROMPT Mengubah/ menormalkan DOS
COPY Membuat duplikat dari satu atau beberapa file
REN Mengganti nama file
DEL Menghapus file
MD Membuat directory
CD
RD
Berpindah directory/ menampilkan directory yang
aktif
Menghapus directory
Contoh aplikasi perintah yang biasa digunakan antara lain :
DIR/W
DIR/P
DIR/n
DIR/ n
DI/e
DIR/ e
DIR/d
DIR / d
DIR/h
DIR/ h
Menampilkan secara lebar (Horisontal) isi disket
Menampilkan secara tegak (Vertikal) isi disket
Mengurutkan nama secara Alfabet (A-Z)
Mengurutkan nama secara terbalik (Z-A)
Mengurutkan atas extension
Mengurutkan atas extension secara terbalik
Mengurutkan berdasarkan tanggal
Mengurutkan berdasarkan tanggal terbalik
Menampilkan file yang tersembunyi
Menampilkan file yang tidak tersembunyi
Contoh aplikasi DIR (Melihat Isi File)
a. Tampilkan semua isi disket yang ada di drive A
A:\>DIR *.* (Tekan Enter)
b. Tampilkan semua isi disket yang ada di drive A secara perhalaman
A:\>DIR *.*/P (Tekan Enter)
c. Tampilkan semua file yang ekstensionnya .COM yang ada di drive A
A:\>DIR *.COM (Tekan Enter)
d. Tampilkan semua file yang huruf pertamanya C yang ekstensinya. COM
yang ada di drive A
A:\>DIR C*.COM (Tekan Enter)
e. Tampilkan semua file yang huruf pertamanya C, huruf ketiganya M dan
ekstensinya huruf .COM
A:\>DIR C?M*.COM (Tekan Enter)
Contoh tampilan isi disket secara vertikal
Tekan Enter pada keyboard untuk melanjutkan
Contoh tampilan isi disket secara horisontal
Contoh aplikasi COPY (Mengduplikatkan File)
a. Copy file Command.Com dari drive C ke drive A
A:\>Copy Command.Com C:\ A:\ (Tekan Enter)
b. Copy semua file yang ekstensinya .COM dari drive C ke drive A
A:\>Copy *.Com C:\ A:\ (Tekan Enter)
c. Copy semua file yang huruf pertamanya F dan ekstensinya. SYS drive C
ke drive A
A:\>Copy F*.SYS C:\ A:\ (Tekan Enter)
d. Copy semua file yang ada di dirive A ke drive D sub directory Starup~1
A:\>Copy *.* D:\ Starup~1 (Tekan Enter)
Contoh aplikasi REN (Mengganti Nama File)
a. Ubahlah file LATIHAN menjadi UJIAN yang ada di drive A
A:\>REN LATIHAN UJIAN (Tekan Enter)
b. Ubahlah file COMMAND.COM menjadi STAR.COM yang ada di drive A
A:\>REN COMMAND.COM STAR.COM (Tekan Enter)
Contoh aplikasi DEL (Menghapus Nama File)
a. Hapuslah file LATIHAN yang ada di drive A
A:\>DEL LATIHAN (Tekan Enter)
b. Hapuslah file COMMAND.COM yang ada di drive A:
A:\>DEL COMMAND.COM (Tekan Enter)
2. Eksternal Command (Perintah Luar)
Perintah ini adalah perintah DOS yang biasa dikerjakan setelah
komputer di booting, yang memerlukan disket DOS itu sendiri .
Contoh Perintah-perintah Eksternal :
PERINTAH
FORMAT
CHKDSK
LABEL
ATTRIB
TREE
DOSKEY
SYS
DISKCOPY
DISKCOMP
COMP
UNDELETE
UNFORMAT
BACKUP
KEGUNAAN
Membersikan semua isi disk
Mengcek disk, memperbaiki kerusakan disk
Membuat, mengganti atau menghapus volume
label disk
Melihat/ mengubah attrib file
Menampilkan struktur directory termasuk disk
file di dalamnya
Menyimpang perintah yang diberikan dan
membuat macro
Mentrasfer sytem ke diks lain
Mengkopy semua file yang ada di disk
Membandingkan disk ke disk lain
Membandingkan isi file dengan file lain
Mencari file yang telah terhapus dan
mengembalikannya.
Mengembalikan data dalam disk yang telah
diformat
Mengkopy dari sebuah media penyimpangan
Contoh Aplikasi FORMAT (Membersihkan Isi Disk)
A:\>Format Membersikan isi disk di drive A:/
A:\>Format C:/S
A:\>Format/Q
Membersikan isi disk pada drive C:/ dan
memberikan Sistem di dalamnya
Membersikan isi disk secara cepat
Contoh Aplikasi DISKCOPY (Menduplikatkan semua Isi Disk)
A:\>Diskcopy E:\ D:\ Menduplikakan semua isi disk dari drive E ke
deive D
Contoh Aplikasi Pindah Directory/ Sub Directory
# Pindah dari sub directory Starup~1 ke drive D
D:\Starup~1>cd D:\ (Tekan Enter)
D:\> (Hasilnya)
# Pindah ke drive D sub directory Starup~1
D:\cd Starup~1 (Tekan Enter)
D:\Starup~1> (Hasilnya)
Contoh tampilan versi Windows dan Label disket
Untuk membersikan layar maka ketik A:\>cls [tekan Enter]

Merakit komputer



Langkah Demi Langkah Merakit Komputer …

Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan.Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:
A. Persiapan
B. Perakitan

C. Pengujian
D. Penanganan Masalah

rakit1
Persiapan
Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.Hal yang terkait dalam persiapan meliputi:
  1. Penentuan Konfigurasi Komputer
  2. Persiapan Kompunen dan perlengkapan
  3. Pengamanan
Penentuan Konfigurasi Komputer
Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.
Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
  • Komponen komputer
  • Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
  • Buku manual dan referensi dari komponen
  • Alat bantu berupa obeng pipih dan philips
Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.
rakit2
Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.
Pengamanan
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
  • Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
  • Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.
rakit3
Perakitan
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
  1. Penyiapan motherboard
  2. Memasang Prosessor
  3. Memasang heatsink
  4. Memasang Modul Memori
  5. memasang Motherboard pada Casing
  6. Memasang Power Supply
  7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
  8. Memasang Drive
  9. Memasang card Adapter
  10. Penyelesaian Akhir
1. Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
rakit4
2. Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
  1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
  2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
  3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
  4. Turunkan kembali tuas pengunci.
rakit5
Jenis Slot
  1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
  2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.
rakit6
3. Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.
rakit16
4. Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
  1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
  2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
  3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.
rakit7
rakit8
Jenis DIMM dan RIMM
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
  1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
  2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
  3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.
rakit9
rakit10
5. Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
  1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
  2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
  3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
  4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
  5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
rakit11
6. Memasang Power Supply
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
  1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
  2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
rakit12
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
  1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
  2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
  4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
  6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.
rakit13
rakit14
rakit15
8. Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
  1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
  2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
  3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
  4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
  5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
  6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
  7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.
rakit17
9. Memasang Card Adapter
Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:
  1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
  2. Pasang sekerup penahan card ke casing
  3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.
rakit18
10. Penyelessaian Akhir
  1. Pasang penutup casing dengan menggeser
  2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
  3. Pasang konektor monitor ke port video card.
  4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
  5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
  6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.
rakit19
Pengujian
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
  1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
  3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
  5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
  1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
  2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/
LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung.  Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan comment demi baiknya blog ini.